Kota Malang, tagarjatim.id – Sosok Musyafai Yudanta Alimaimun terlihat mencolok saat sesi salaman antara pemain Persama Malang dan Persaid Jember, di pertandingan final Kapolresta Cup Malang Kota 2025. Diantara para pemain lainnya, hanya dirinya yang terlihat paling kecil.

Bocah yang akrab disapa Yudan ini memang masih berusia 10 tahun. Namun ia tak gentar saat harus bertanding dengan tim yang berisi para pemain senior itu.

Yudan mengungkapkan, turnamen ini menjadi pengalaman bagi dirinya untuk menyerap ilmu dari para pemain senior. Tak hanya melihat, ia juga berkesempatan bermain langsung dengan para pemain sepak bola amputasi yang pernah berlaga di tingkat nasional seperti Aditya dan Muhammad Shiddiq Bahiri.

“Sangat senang bermain di turnamen Kapolresta Cup. Ini merupakan pengalaman yang bagus untuk menyerap ilmu dari para pemain senior,” ungkap Yudan usai pertandingan, Minggu (22/6/2025).

Yudan bercerita, ia telah berlatih sepakbola sejak tahun 2023 lalu. Ia biasanya berlatih di lapangan Rampal Kota Malang, ditemani oleh ayahnya.

“Selama ini ya berlatih di lapangan rampal sama ayah. Latihannya ya passing dan dribbling saja,” tambahnya.

Yudan mengungkapkan dirinya bercita-cita bisa bermain untuk Timnas Sepakbola Amputasi Indonesia. Meski saat ini belum memiliki tim sepakbola amputasi untuk anak seusianya, ia berharap ke depan bisa lebih banyak anak seperti dirinya yang mau untuk berlatih sepak bola.

“Inginnya ya main untuk Timnas suatu saat nanti,” tuturnya.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono, mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendukung penuh untuk perkembangan olah raga di Kota Malang. Turnamen sepak bola amputasi juga akan terus digelar secara berkelanjutan, agar para pemain bisa menunjukkan hasil latihan mereka selama ini.

“Turnamen ini akan terus digelar secara berkelanjutan karena ini baik untuk perkembangan olah raga di Kota Malang,” ungkap Nanang.

Sementara itu, Walikota Malang, Wahyu Hidayat mengungkapkan akan terus mensosialisasikan sepak bola amputasi. Ia berharap muncul bibit-bibit muda bertalenta sejak usia dini.

“Ya memang akan terus disosialisasikan, terutama kepada masyarakat untuk memunculkan atlet usia dini. Selama ini kan masih jarang. Kita juga fasilitasi mereka untuk tempat berlatih,” jelas Wahyu. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H