Kota Batu, tagarjatim.id – Fenomena sound horeg yang mewarnai acara selamatan desa di sejumlah desa di Kota Batu menjadi perhatian aparat kepolisian. Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata menegaskan, pihaknya memberikan pemakluman atas penggunaan sound system besar tersebut, selama masih dalam batas wajar dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami memahami bahwa sound horeg saat ini menjadi bagian dari hiburan dalam kegiatan adat seperti karnaval selamatan desa. Namun, kami tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada pelanggaran dan keresahan warga,” ujar Andi Yudha, Rabu (18/6/2025).

Menurutnya, sampai saat ini Polres Batu belum menerima aduan resmi terkait gangguan dari aktivitas sound horeg tersebut.

“Belum ada laporan masuk yang sifatnya mengganggu ketertiban umum. Tapi, kalau masyarakat merasa terganggu, silakan sampaikan ke Polsek terdekat atau call center 110,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap laporan masyarakat, asalkan disertai dengan bukti atau informasi yang valid.

“Pelapor harus bisa menunjukkan bukti, misalnya dokumentasi atau saksi, agar bisa kami tindak lanjuti secara proporsional. Kami akan bertindak jika memang terjadi pelanggaran atau melanggar jam ketertiban,” jelasnya.

AKBP Andi Yudha juga mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi dalam acara budaya tetap harus memperhatikan norma dan aturan yang berlaku.

“Kami tidak melarang hiburan rakyat, apalagi ini bagian dari budaya dan tradisi lokal. Tapi jangan sampai mengganggu warga lain, apalagi kalau suaranya sampai dini hari. Di situ kami akan intervensi,” tegasnya.

Seperti diketahui, memasuki pertengahan tahun 2025, sejumlah desa di Kota Batu menggelar tradisi selamatan desa atau bersih desa. Dalam pelaksanaannya, acara ini diisi dengan ritual adat serta ditutup dengan karnaval budaya yang turut menampilkan sound horeg sebagai bagian dari hiburan.

“Kami mengimbau agar panitia penyelenggara dan peserta karnaval bisa saling menjaga. Gunakan sound system secara bijak, jangan sampai menimbulkan konflik sosial hanya karena urusan hiburan,” pungkas Kapolres Batu.

Polres Batu berkomitmen untuk terus menjaga kondusivitas wilayah selama musim kegiatan budaya berlangsung. Aparat akan tetap siaga dan merespons cepat bila terjadi keluhan dari masyarakat.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H