Kabupaten Sidoarjo, tagarjatim.id – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, selama lebih dari tiga jam pada Senin (16/6/2025) malam, menyebabkan banjir parah di Jalan Raya Porong Lama. Ruas jalan nasional itu lumpuh total akibat genangan air setinggi 50–70 sentimeter.

Hujan diperkirakan mulai turun pukul 18.00 WIB dan baru reda sekitar pukul 22.00 WIB. Namun sejak pukul 20.30 WIB, air mulai menggenangi jalan dan membuat lalu lintas terganggu.

“Air mulai naik sekitar jam setengah sembilan malam. Ketinggian sekitar 60 cm. Motor saya mogok soalnya nekat menerjang,” ujar Agus, warga setempat yang motornya mogok di tengah genangan.

Akibat banjir Porong ini, sejumlah pengendara motor terjebak. Tak sedikit yang akhirnya mendorong kendaraannya ke pinggir jalan.

Syarifuddin (31), warga Pandaan, Pasuruan, mengaku terjebak banjir saat melintas menggunakan motor trail.

“Aku yakin tidak mogok karena saya menggunakan trail, eh ternyata tetap mati juga. Mungkin airnya terlalu tinggi, sekitar 60 sentimeter,” ucapnya.

Hal serupa dialami Bayu (38), pengendara asal Pandaan yang hendak ke Surabaya. “Saya dari Pandaan mau ke Surabaya, tapi pas tiba di Jalan Raya Porong Lama, ternyata banjir. Motor saya akhirnya mogok juga. Terpaksa saya dorong ke pinggir,” katanya.

Petugas dari Unit Lantas Polsek Porong langsung mengambil tindakan cepat dengan menutup dua arah Jalan Raya Porong Lama. Arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Malang dialihkan melalui Jalan Arteri sejak Bundaran Tanggulangin.

Sementara arus dari arah Malang menuju Surabaya dialihkan ke Jalan Flamboyan masuk ke Arteri Porong. Kendaraan besar seperti truk dan bus sudah diarahkan sejak Pos 6 ke jalur alternatif.

“Sebenarnya Jalan Raya Porong Lama ini sudah ditutup dan dialihkan ke Jalan Bayangkari Juwet. Tapi masih banyak yang nekat menerobos,” ungkap Aiptu Murtafik, anggota Unit Lalu Lintas Polsek Porong.

Hingga Senin malam, genangan air masih belum surut. Petugas terus siaga di lokasi banjir Porong hari ini dan mengimbau para pengguna jalan untuk menggunakan jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan dan mogok kendaraan. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H