Tagarjatim.id – Hari Raya Idul Adha merupakan momen penting bagi umat Islam yang dirayakan setiap tanggal 10 Zulhijah. Selain sebagai hari raya besar yang penuh dengan makna pengorbanan, Idul Adha juga menjadi sarana untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan melalui berbagai ibadah, salah satunya adalah sholat Idul Adha.

Sholat Idul Adha terdiri dari dua rakaat dan dilaksanakan secara berjamaah. Yang membedakan sholat ini dari sholat biasa adalah adanya takbir tambahan yang dilakukan sebelum membaca surat Al-Fatihah di setiap rakaat.

Pada rakaat pertama, takbir dilakukan sebanyak 7 kali, tidak termasuk takbiratul ihram. Sementara itu, pada rakaat kedua, takbir dilakukan sebanyak 5 kali, tidak termasuk takbir saat bangkit dari sujud.

Di antara setiap takbir, dianjurkan membaca zikir seperti “Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah wallahu akbar.” Bacaan ini sebagai bentuk pengagungan dan pujian kepada Allah SWT, sekaligus untuk menambah kekhusyukan dalam sholat.

Makna dari banyaknya takbir dalam salat Id tidak sekadar formalitas. Takbir merupakan simbol pengagungan kepada Allah SWT dan menjadi bentuk nyata dari rasa syukur atas segala nikmat dan karunia-Nya.

Di hari Idul Adha, takbir juga mengingatkan umat Islam pada keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah dengan penuh keikhlasan dan kepatuhan.

Dengan memahami tata cara dan makna dari jumlah takbir ini, Umat Islam diharapkan dapat melaksanakan salat Idul Adha dengan benar, khusyuk, dan penuh kesadaran spiritual.

Takbir bukan hanya lafaz yang dilantunkan, tetapi juga merupakan pancaran iman dan penghambaan seorang hamba kepada Tuhannya.

Sholat Idul Adha bukan hanya momen peribadatan, tetapi juga momen kebersamaan dan refleksi diri dalam menyambut hari raya penuh makna. Maka dari itu, marilah kita jalankan ibadah ini dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan agar mendapatkan ridho Allah SWT.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H