Kota Malang, tagarjatim.id – Sapi jenis simental seberat 950 kilogram milik peternak asal Kota Malang, Susanto Hari Asmoro, dibeli langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Sapi ini nantinya akan disumbangkan sebagai hewan kurban saat Iduladha Juni 2025 mendatang.
Susanto mengaku kaget saat pertama kali diberitahu sapi miliknya akan dibeli oleh kepala negara. Ia tak menyangka sapi satu-satunya yang ia pelihara dilirik oleh Prabowo Subianto untuk dijadikan hewan kurban.
“Awalnya saya didata Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan diberitahu sapi saya akan dibeli Rp75 juta. Tidak menyangka pembelinya Pak Presiden,” kata Susanto saat ditemui di kediamannya, pada Selasa (27/5/2025).
Usai dihubungi oleh Dispangtan Kota Malang, keesokan harinya pada Kamis (22/5), Susanto langsung ke Kantor Gubernur Jawa Timur Surabaya untuk serah terima dan tanda bukti pembayaran hewan kurban.
“Saya ke kantor Gubernur Jawa Timur untuk tanda tangan penyerahan dan bukti pembayaran. Pembayarannya sudah saya terima, lewat transfer kemarin,” ujarnya.
Meski begitu, Susanto mengaku harga sapi miliknya relatif murah dibandingkan sapi lain di Jawa Timur. Saat bertemu peternak lain di kantor Gubernur Jatim, dirinya baru tahu sapinya paling murah se Jatim.
“Ada yang dijual Rp85 juta dengan berat sekitar 800 kilogram. Saya banyak yang menegur, kenapa saya jual paling murah padahal sapi saya 950 kilogram. Tapi kalau dibandingkan harga di Malang, ini sudah mahal,” jelansya.
Rencananya, sapi milik Susanto akan dirawat hingga hari H Iduladha nanti. Ia juga memastikan sapi miliknya dalam kondisi sehat dan telah dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan setempat.
“Sapinya masih dirawat, kebersihan dijaga supaya tidak sakit dan rutin diperiksa dokter. Rencananya akan dikirim saat setelah salat Iduladha ,” kata Susanto.
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan sapi kurban milik presiden rencananya ditempatkan di Masjid Agung Jami’ pada Jumat (6/6). Penyembelihan akan dilakukan di rumah potong hewan.
“Secara teknis penyerahannya masih menunggu arahan Bapak Wali, diserhakan di Masjid Jami simbolis atau nanti di RPH Kota Malang,” pungkas Slamet. (*)




















