Tagarjatim.id – Hari Kenaikan Isa Almasih adalah peristiwa penting dalam kepercayaan Kristen yang menandai kenaikan Yesus Kristus ke surga setelah kebangkitan-Nya dari kematian. Peristiwa ini diperingati sebagai momen kenaikan Yesus Kristus ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya dan menjadi salah satu hari libur nasional di Indonesia.

Makna Kenaikan Isa Almasih

Dilansir dari Jurnal ‘Kebangkitan-Kenaikan Yesus dan Isra’-Mi’raj Muhammad: Kajian Perbandingan’ oleh Santosa Irfaan, Kenaikan Isa Almasih atau Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa terangkatnya Yesus Kristus pada hari ke-40 sesudah hari Paskah.

Yesus Kristus diangkat setelah memperlihatkan diri di puncak Zaitun dan sebagai akhir perjalanan hidupnya. Kenaikan Yesus Kristus secara badani ke surga, menandai dialah orang Nazaret pertama yang masuk ke surga dan sebagai mata rantai yang menghubungkan pekerjaan di bumi dan di surga.

Dijelaskan dalam jurnal tersebut, secara teologis kenaikan ini sebagai langkah kedua dalam pemuliaan Yesus Kristus, yang dimulai saat kebangkitannya.

Tujuan Kenaikan Isa Almasih

Tujuan kenaikan Isa Almasih memiliki dua makna penting, yaitu:

-Pengharapan

Tuhan sungguh hadir, hidup, dan bertahta di surga, menanti umat manusia untuk bangkit bersama-Nya. Ini memberikan harapan akan kehidupan kekal dan kedatangan-Nya di masa depan.

-Kasih

Pesan yang selalu diulang Kristus untuk disebarkan sebagai kabar gembira. Ini menekankan pentingnya kasih dan pelayanan terhadap sesama, serta menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling mendukung.

Tradisi Peringatan Kenaikan Isa Almasih

Berikut beberapa contoh tradisi peringatan Kenaikan Isa Almasih yang biasa dilakukan umat Kristiani, yaitu:

1. Misa di Gereja

Sebagai hari raya, perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus biasa dilakukan dengan lebih meriah. Pada hari itu, umat Kristen umumnya melakukan ibadah misa atau perayaan ekaristi di gereja. Mereka beribadah bersama dengan dipimpin seorang pastor.

2. Puasa dan Penyangkalan Diri

Selama masa Kenaikan Yesus Kristus, sebagian umat Kristen dan Katolik terbiasa mengamalkan puasa dan penyangkalan diri. Ini dilakukan sebagai bentuk persiapan dan pengudusan diri menyusul momen Kebangkitan dan Kenaikan Yesus.

3. Doa Khusus

Umat Kristen dan Katolik akan melakukan doa khusus dalam menyambut Kenaikan Yesus Kristus. Biasanya, doa yang dipanjatkan berupa rasa syukur atas kemenangan-Nya terhadap dosa dan kematian. Doa juga diisi dengan permohonan agar Roh Kudus memberkati dan membimbing umat-Nya.

4. Pelayanan Gereja

Pelayanan gereja menjadi salah satu tradisi selanjutnya dalam merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus. Pelayanan dilakukan dengan doa bersama, membawakan lagu-lagu rohani, hingga membicarakan momen Kenaikan Yesus Kristus.

5. Kegiatan amal

Selain beribadah, umat Kristiani pun mengisi Hari Kenaikan Yesus Kristus dengan berbagi kebaikan, salah satunya kegiatan amal. Hal tersebut umumnya dilakukan dengan membantu orang miskin, mengunjungi orang sakit, atau memberikan sumbangan.

Melalui peringatan Kenaikan Isa Almasih, umat Kristiani tidak hanya mengenang peristiwa agung dalam iman mereka, tetapi juga memperbarui harapan, memperkuat kasih, dan memperdalam komitmen untuk hidup dalam pelayanan serta cinta kasih terhadap sesama. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H