Kabupaten Blitar, tagarjatim.id – Pernyataan Gus Iqdam yang mengajak para santri untuk tertib dalam berlalu lintas mendapat apresiasi tinggi dari Polres Blitar. Dalam ceramahnya Gus Iqdam menyatakan bahwa sangat penting menggunakan helm dan berkendara secara tertib. Hal ini untuk menjaga keselamatan saat berkendara sehingga tidak merugikan orang lain.

Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman kepada wartawan mengaku sepakat dengan pernyataan Gus Iqdam ini. Kesadaran masyarakat pengendara sepeda motor untuk menggunakan helm memang perlu ditingkatkan.

Pengendara juga harus patuh aturan diantaranya harus memiliki SIM, dan berkendara dengan tertib. Hal itu untuk mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas di jalan raya.

“Tentu kami sepakat dengan yang dikatakan Gus Iqdam. Menggunakan helm dan berkendara dengan tertib itu penting. Jadi harus dilakukan oleh masyarakat,” ujar Kapolres Blitar kepada wartawan melalui pesan WA, Minggu (25/5/2025).

Kapolres menambahkan, hal ini terkait dengan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Blitar yang banyak melibatkan usia produktif. Berdasarkan data Satlantas Polres Blitar, jumlah korban tewas akibat kecelakaan cukup tinggi, meski mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2024 ada sekitar 133 korban meninggal akibat kecelakaan. Namun, pada awal 2025 mengalami penurunan, jumlahnya hingga Mei ini 26 korban meninggal dunia.

“Sedangkan beberapa bulan ini sudah berangsur-angsur menurun. Nah ini makanya kami tetap galakkan untuk program penyuluhan safety riding, baik di sekolah, ponpes dan sebagainya agar angka kecelakaan terus menurun,” imbuhnya.

Sementara potongan video tentang isi ceramah Gus Iqdam, terkait tertib lalu lintas mulai ramai beredar di sejumlah media sosial. Imbasnya, pernyataan Gus Iqdam juga mendapat reaksi positif dari netizen, terutama yang peduli dengan keselamatan berlalulintas.

Dalam sebuah akun media sosial, pimpinan jamaah pengajian Sabilut Taubah ini bercerita tentang sang paman yang meninggal di usia muda, karena kecelakaan saat hendak sowan ke gurunya.

Cerita ini hampir tak pernah diungkapkan dalam sesi tausiah Gus Iqdam selama ini, dan baru diungkapkan bersamaan dengan kegiatan edukasi tertib lalulintas kepada santri di taman lalulintas WBB beberapa hari lalu.

“Sebenarnya ibu saya punya kakak, tapi paman saya ini meninggal karena kecelakaan. Orang alim, taat tapi diambil pas di jalan. Ini artinya saat para santri diajak safety riding itu adalah penting,” ujar Gus Iqdam kepada santri, dalam potongan ceramah yang beredar di media sosial. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H