Kota Malang, Tagarjatim.id – Sebanyak 3 calon jemaah haji (CJH) asal Kota Malang, Jawa Timur batal berangkat ke Tanah Suci Makkah. Mereka batal berangkat karena sejumlah alasan, satu diantaranya meninggal dunia.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Ahmad Subhan, menerangkan pada tahun 2025 ini ada sebanyak tiga calon jemaah haji yang batal berangkat karena pertimbangan dari keluarga dan berbagai alasan.
“Batal karena satu orang meninggal. Yang dua, mungkin belum siap, karena alasan kesehatan, mendadak sakit dan lain sebagainya,” kata Subhan, Minggu (25/5/2025).
Jika tidak membatalkan keberangkatan ke Tanah Suci Makkah, rencananya mereka akan diberangkatkan bersama 1.196 calon jemaah haji dan petugas ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada 23 dan 24 Mei 2025.
“Jemaah ini tergabung dalam kloter 76, 77, 80, dan 81, yang merupakan gabungan dengan para CJH mutasi dari Kabupaten Malang dan Kota Batu,” bebernya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif menambahkan, pihaknya telah memastikan dari total CJH Kota Malang sebanyak 60 persen diantaranya dinyatakan dalam kondisi istitaah.
Sementara itu, 40 persen sisanya dalam kondisi istitaah namun dalam pendampingan. Artinya, pendampingan tersebut berupa obat-obatan, alat kesehatan, maupun pendampingan dengan anggota keluarga.
“Dari total CJH Kota Malang, sebanyak 60 persen sudah istitaah selebihnya itu istitaah dengan pendampingan. Pendampingan bisa dengan obat dan pendampingan dengan alat kesehatan dan pendampingan dengan anggota keluarga,” ujar Husnul.
Ia juga menghimbau kepada para CJH untuk mempersiapkan diri dan menjaga kebugaran sebelum keberangkatan. Menjaga pola makan, pemenuhan kebutuhan vitamin dan obat-obatan yang telah direkomendasikan oleh petugas kesehatan baiknya dilakukan.
“Apapun yang sudah direkomendasikan oleh dokter keluarga, puskesmas ataupun rumah sakit untuk mengkonsumsi obat itu harus dilakukan. Sehingga di masa tunggu nanti semua CJH bisa di berangkat ke asrama haji Surabaya,” pungkas Husnul. (*)




















