Tagarjatim.id – Menyembelih hewan kurban merupakan ibadah utama pada Hari Raya Idul Adha. Umat Islam berkurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Namun, menyembelih hewan kurban tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada tata cara dan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar ibadah ini sah dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Berikut adalah tata cara menyembelih hewan kurban yang benar:
1. Niat karena Allah
Penyembelihan kurban harus diniatkan semata-mata untuk beribadah kepada Allah, bukan untuk tujuan selainnya.
2. Hewan Memenuhi Syarat
Hewan yang dikurbankan harus:
– Jenis ternak (sapi, kambing, domba, unta)
– Sehat, tidak cacat
– Usia cukup (kambing ≥ 1 tahun, sapi ≥ 2 tahun)
3. Penyembelih Beragama Islam dan Baligh
Orang yang menyembelih harus Muslim, berakal, dan mengetahui tata caranya. Boleh laki-laki atau perempuan.
4. Menggunakan Alat Tajam
Alat penyembelihan yang tajam sangat dianjurkan untuk memudahkan dan mempercepat proses penyembelihan serta mengurangi rasa sakit pada yang diterima oleh hewan, sebagaimana diajarkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya ihsan dalam memperlakukan hewan.
5. Menghadapkan hewan ke arah kiblat
Hewan yang mau disembelih diarahkan ke kiblat, yakni di bagian leher yang hendak disembelih. Sebab hal inilah arah dalam menuju mendekatkan diri kepada Allah. Letak kepala hewan yang akan disembelih bisa di sebelah utara dan boleh di sebelah selatan.
6. Membaca Do’a saat menyembelih hewan kurban
-Membaca basmalah dan takbir:
“Bismillahi Allahu Akbar”
(Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar)
-Doa tambahan yang disunnahkan:
“Allahumma hadzihi minka wa laka”
(Artinya: Ya Allah, ini dari-Mu dan untuk-Mu)
-Untuk orang lain (misalnya jika berkurban atas nama keluarga):
“Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma taqabbal min fulan”
(Gantilah (fulan) dengan nama orang yang berkurban)
Doa ini dibaca saat pisau mulai menyembelih. Membaca doa tersebut adalah bagian dari adab yang diajarkan Rasulullah SAW.
7. Memotong Tiga Saluran
Penyembelihan harus mengenai tiga saluran utama di leher: tenggorokan, kerongkongan, dan dua urat nadi (jugular).
8. Tidak Menyakiti Sebelum Disembelih
Islam melarang memperlakukan hewan dengan kasar, mematahkan tulangnya sebelum mati, atau menajamkan pisau di depannya.
Menyembelih hewan kurban bukan sekedar menyembelih, tapi bagian dari ibadah yang harus dilakukan dengan penuh keikhlasan, dan tata cara yang benar. Melalui kepatuhan terhadap syariat ini, ibadah kurban menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus bentuk solidaritas sosial.(*)




















