Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan hewan kurban mulai meningkat. Salah satu peternak kambing asal Desa Sumbersari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Gatot Harianto, mengungkapkan bahwa harga kambing mengalami kenaikan hingga 25 persen menjelang hari raya.

“Kalau sebelum Idul Adha biasanya harga kambing sekitar tiga juta, pas hari H bisa naik jadi empat juta,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Jum’at (16/05/2025)

Menurutnya, jenis kambing yang paling banyak diburu adalah kambing Etawa, terutama yang merupakan peranakan. “Kalau etawa asli sih jarang, di sini ada peranakan,” jelasnya.

Gatot Harianto juga menyebutkan bahwa kambing yang dijual untuk kurban umumnya berumur sekitar satu setengah tahun atau sudah ‘poel’, yaitu tumbuh gigi tetap.

Dalam perawatannya, kambing-kambing ini diberi makan rumput segar setiap pagi dan sore tanpa campuran pakan lain.
“Di beri makan rumput rumputan itu kalo kambing disini, ndak di campur apa apa lagi,” jelasnya.

Selain diberi pakan, agar tidak bau kambing-kambing miliknya juga biasanya dimandikan setiap sebulan sekali.
“Kadang ya satu bulan sekali dimandikan, biar tidak bau,” tambahnya.

Jenis kambing yang tersedia di peternakan Gatot Harianto antara lain Etawa, Boer, dan kambing kacangan. Penjualan biasanya dilakukan langsung ke pasar, berpindah dari satu pasar ke pasar lainnya.

Meski kini sudah tidak terlalu aktif berjualan seperti dulu, Gatot Harianto mengaku senang karena setiap kali berjualan, ternaknya selalu habis terjual. “Alhamdulillah, habis saya jual, penjualannya habis,” tutupnya dengan senyum.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H