Tagarjatim.id – Idul Adha, atau Hari Raya Kurban, adalah salah satu hari raya Islam yang paling penting dan penuh makna. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia memperingati Idul Adha dengan penuh semangat dan kesungguhan.

Berikut adalah penjelasan tentang sejarah,makna, dan tradisi dilakukan ketika menyambut Hari Raya Idul Adha yang umat muslim wajib ketahui.

Sejarah Idul Adha

Idul Adha berakar pada kisah Nabi Ibrahim AS, seorang nabi yang sangat setia dan taat kepada Allah SWT. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman kepada Nabi Ibrahim AS untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai tanda kesetiaan dan ketaatan kepada-Nya. Nabi Ibrahim AS, tanpa ragu-ragu, mempersiapkan diri untuk melaksanakan perintah Allah SWT.

Ketika Nabi Ibrahim AS akan menyembelih Nabi Ismail AS, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail AS dengan seekor domba. Allah SWT berfirman, “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Ash-Shaffat: 107). Kisah ini menjadi simbol pengorbanan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT.

Makna Idul Adha

Idul Adha memiliki beberapa makna, antara lain adalah:

1. Ketaatan dan kesetiaan

Mengingatkan tentang pentingnya ketaatan dan kesetiaan kepada Allah SWT, seperti yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim AS.

2. Pengorbanan

Simbol pengorbanan dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT, seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS.

3. Pembersihan jiwa

Idul Adha juga dapat menjadi momentum untuk membersihkan jiwa dari sifat-sifat negatif dan meningkatkan kualitas spiritual.

4.Kebersamaan dan solidaritas

Meningkatkan kebersamaan dan solidaritas antar sesama muslim, terutama melalui pembagian daging kurban kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan.

5. Rasa syukur

Mengingatkan tentang pentingnya rasa syukur atas nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT.

 

Tradisi yang dilakukan ketika Hari Raya Idul Adha, yaitu:

1. Shalat Idul Adha

Shalat yang dilakukan pada pagi hari di lapangan atau masjid.

2. Penyembelihan hewan kurban Penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing, atau domba sebagai simbol pengorbanan Nabi Ibrahim AS.

3. Pembagian daging kurban

Pembagian daging kurban kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan.

Dengan memahami sejarah, makna, dan tradisi Idul Adha, kita dapat meningkatkan kesadaran dan kesyukuran atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Semoga Idul Adha dapat menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan ketaatan, dan meneladani sifat-sifat mulia Nabi Ibrahim AS. Selamat merayakan Idul Adha!(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H