Kabupaten Sidoarjo, tagarjatim.id – Genangan air yang kembali merendam kawasan Perumahan Pejaya Anugrah, Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, mendorong Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak, Selasa (13/5/2025).
Dalam kunjungannya, Bupati Subandi mengungkapkan bahwa banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut tidak hanya persoalan cuaca, tetapi juga menyangkut urusan administrasi yang belum tuntas sejak puluhan tahun lalu.
Untuk merespons kondisi darurat, Subandi mengupayakan langkah cepat dengan mengerahkan peralatan penyedot air. “Kami datangkan pompa hari ini untuk menarik air ke sungai agar genangan tidak semakin meluas ke permukiman,” katanya.
Namun menurutnya, upaya penanganan teknis seperti ini tidak akan maksimal tanpa adanya penyelesaian administratif. Ia menyoroti belum adanya penyerahan fasilitas umum (fasum) dari pengembang perumahan kepada Pemkab Sidoarjo.
”Saya sudah dua kali sidak ke lokasi yang sama namun persoalan tidak juga tuntas, karena penanganan tidak bisa maksimal terkendala legalitas,” ujarnya.
Kondisi ini diperparah oleh struktur tanah perumahan yang dinilai sudah terlalu rendah. Subandi menyebut tidak ada pembenahan sejak perumahan itu berdiri pada 1989. Karena itu, Pemkab Sidoarjo akan menyusun rencana jangka panjang, salah satunya dengan peninggian jalan paving di lokasi terdampak.
“Perumahan tersebut tidak ada pembenahan sejak 1989. Karena itu saya minta pengerjaan peninggian,” tegasnya.
Tak hanya itu, Pemkab juga berencana melakukan normalisasi sungai di sisi timur perumahan sebagai upaya jangka panjang untuk memperlancar saluran air dan mencegah banjir kembali terjadi.
Data dari BPBD Sidoarjo menunjukkan bahwa selain Kramat Jegu, tiga desa lain yang terdampak banjir dan tengah dalam penanganan adalah Bringinbendo, Tawangsari, dan Ketegan. Subandi menambahkan, sinergi antara pemkab dan kecamatan akan terus diperkuat.
”Kami akan koordinasi dengan camat untuk mencari solusi agar banjir tidak sering terjadi,” ujarnya. (*)




















