Tagarjatim.id – Dalam sebuah momen bersejarah bagi Gereja Katolik Roma, pada Kamis (8/5/2025), Kardinal Robert Francis Prevost dari Chicago, Amerika Serikat telah terpilih sebagai Paus baru dengan nama kepausan Leo XIV.

Robert Francis Prevost, lahir 14 September 1955, adalah seorang prelatus Gereja Katolik yang menjabat sebagai prefek Dikasteri untuk Para Uskup sejak 12 April 2023, diangkat pada 30 Januari 2023. Sebelumnya, Prevost menjabat sebagai Uskup Chiclayo di Peru dari 2015 hingga 2023.

Prevost memiliki kewarganegaraan ganda yakni AS dan Peru. Ia juga menjabat di Komisi Kepausan untuk Amerika Latin, kawasan yang menjadi rumah bagi hampir 40 persen umat Katolik di seluruh dunia.

Prevost menjadi Paus ke-267 dan merupakan Paus pertama berasal dari Amerika Serikat dalam dua ribu tahun. Ia pun memilih nama kepausannya sebagai Paus Leo XIV. Paus terakhir yang menggunakan nama Leo adalah Leo XIII, seorang Italia yang memimpin gereja dari 1878 hingga 1903.

Pengumuman ini disampaikan melalui asap putih yang keluar dari cerobong Kapel Sistina di Vatikan, menandakan bahwa para kardinal telah mencapai kesepakatan dalam proses konklaf.

Sejak dimulainya konklaf pada Selasa, 7 Mei 2025, asap hitam sebanyak dua kali dikeluarkan dari cerobong Kapel untuk menandakan Paus baru belum terpilih. Namun, tak perlu waktu lama, asap putih sebagai penanda Paus baru telah terpilih, sudah dirilis di hari kedua konklaf.

Kepulan asap putih dari cerobong Kapel Sistina menandakan mayoritas dari 133 kardinal peserta konklaf memilih nama yang sama. Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo adalah salah satu kardinal yang mengikuti konklaf kali ini. Jumlah kardinal pada konklaf kali ini lebih banyak dari konklaf sebelumnya, baik pada 2005 maupun 2013.

Umat Katolik yang menantikan hasil konklaf pemilihan paus baru di Vatikan langsung bersorak ketika asap putih keluar dari cerobong Kapel Sistina. Lonceng juga berdentang, mengiringi hasil yang dinantikan para umat Katolik dari konklaf.

Banyak yang berharap Paus baru ini dapat membawa perubahan positif dan memperkuat komitmen Gereja terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H