Kota Surabaya, tagarjatim.id – Jawa Timur kembali membuktikan daya saing ekonominya di tingkat nasional. Misi Dagang yang dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, membukukan nilai transaksi fantastis, yakni sebesar Rp 1,053 triliun hanya dalam sehari pelaksanaan.

Agenda yang mempertemukan pelaku usaha dari dua provinsi ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan, tetapi juga simbol kuatnya kolaborasi antar wilayah dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

“Ini adalah bentuk nyata komitmen kami memperluas jangkauan pasar domestik, sekaligus mengukuhkan peran Jawa Timur sebagai motor penggerak ekonomi nasional,” ujarnya.

Dari total nilai transaksi, penjualan produk asal Jatim mendominasi dengan nilai hampir Rp 599 miliar. Sementara pembelian produk dari Kaltim mencapai lebih dari Rp 230 miliar. Sektor investasi juga menunjukkan geliat positif dengan capaian Rp 224 miliar, utamanya di bidang crude palm oil (CPO) dan energi biomassa seperti wood pallet.

Komoditas yang diperdagangkan mencerminkan keunggulan sektor riil kedua provinsi, mulai dari hasil perikanan, fashion, produk olahan makanan, hingga hasil ternak. Produk-produk unggulan seperti abon tuna, rempah-rempah, dan olahan ikan turut mendapat perhatian besar dari buyer di Kalimantan Timur.

Khofifah menegaskan, Kalimantan Timur sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN) membutuhkan mitra strategis dalam penyediaan logistik dan pasokan barang. Di titik ini, Jawa Timur siap mengambil peran sebagai “Gerbang Baru Nusantara”.

Pada 2023, nilai perdagangan antardaerah kedua provinsi tercatat mencapai Rp 23,25 triliun. Angka ini menunjukkan potensi besar yang bisa terus dikembangkan dengan dukungan kebijakan yang tepat.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyambut positif kegiatan ini. Ia menyebut Jawa Timur sebagai “pintu utama” yang siap menopang kebutuhan pertumbuhan Kaltim ke depan.

Dalam kegiatan ini, puluhan kerja sama resmi diteken antarorganisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, dan asosiasi usaha. Salah satu pelaku usaha, PT Matahari Sakti, bahkan berhasil menjalin kontrak senilai Rp 124 miliar dengan mitra lokal di Kaltim.

Deputi Bidang Investasi dan Pendanaan Otorita IKN, Agung Wicaksono, serta Kepala OJK Jatim, Yunita Linda Sari, turut hadir menyaksikan agenda dagang yang juga sarat makna strategis ini.

Dengan pertumbuhan ekonomi Jatim sebesar 5 persen di Triwulan I-2025 dan surplus perdagangan domestik tertinggi nasional, Misi Dagang ini memperkuat posisi Jatim sebagai tulang punggung perdagangan antarwilayah di Indonesia. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H