Tagarjatim.id – Berkunjung ke kawasan Pesarean Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur kurang lengkap rasanya jika tidak mampir ke tempat kuliner legendaris. Soto Pojok Gunung Kawi namanya, yang bertahan hampir 83 tahun lamanya terhitung sejak tahun 1942 silam.
Pemilik Warung Soto Pojok Gunung Kawi, Sumartun, menyampaikan usaha kulinernya ini telah didirikan turun temurunkan dari mertuanya, Khalifah dan Tantanu Suparto. Resep keluarga yang telah ada sejak lama menjadi kunci kulinernya tetap laris dan menjadi langganan para pengunjung yang datang.
“Mertua asli orang Gunung Kawi, punya usaha warung soto dari tahun 1942. Sampai saat ini saya yang meneruskan usaha mertua,” kata Sumartun, pada Senin (5/5/2025).
Rahasia kelezatan soto pojok ini ada pada kuah bening yang kaya rempah dimana resepnya telah ada turun temurun dari sang ibu mertua. Rempah dari hasil perpaduan kunyit, jahe, kencur, laos, kemiri, bawang merah, dan bawang putih menjadikan soto ini memiliki rasa yang khas tentu disukai oleh banyak khalayak.
“Saya bikin kuah soto itu bening, jadi sebelum merebus ayam lemaknya saya buang terlebih dahulu. Jadi tidak mengental, tidak kerasa bau amis, tidak apek. Jadi soto yang dihasilkan segar tidak ada lemak,” jelasnya.
Selain itu, pemilihan ayam kampung juga menjadi hal penting yang diperhatikan pada kuliner Soto Pojok Gunung Kawi. Menggunakan ayam kampung jenis betina, menjadi ciri khas warung ini agar ayam yang dihasilkan memiliki rasa lebih ringan dan gurih.
“Ayam yang digunakan ayam kampung, jenis betina yang sudah bertelur. Kalau jenis jantan, nanti jika direbus dagingnya hitam seperti ayam tidak sehat. Jadi menurut ibu dulu seperti itu, rasa Ayamnya jadi lebih empuk dan gurih,” ungkap wanita berusia 73 tahun itu.
Walau sempat diterpa isu soto pojok memberi harga tidak wajar pada pengunjung. Namun, faktanya untuk menikmati satu porsi soto pojok lengkap dengan nasi hanya dibanderol dengan harga Rp22.000. Satu porsinya, disajikan dengan nasi putih hangat, bihun, sayur kol, suwiran ayam kampung, telur dan taburan koya yang gurih.
“Selain soto, ada nasi pecel, nasi rawon, nasi rames. Kalau soto itu menu yang gak boleh kosong karena banyak peminatnya, kalau orang datang pasti yang dicari soto,” sampainya.
Tidak hanya itu, Soto Pojok juga menyediakan menu pelengkap seperti tempe, perkedel, ampela ati, telor asin, saren, tahu, dan masih banyak lagi yang siap menjadi teman saat menikmati hidangan di Soto Pojok.
Soto Pojok buka setiap hari, mulai dari pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB. Pastikan untuk menikmati hidangan Soto Pojok sebelum tutup saat berkunjung ke Gunung Kawi.
Dalam satu hari, Sumartun bisa meraih omset bersih hingga ratusan ribu rupiah. Sementara itu, jika hari libur ataupun saat bersamaan dengan gelaran event di area Gunung Kawi, ia bisa mendapatkan omset hingga Rp 3.000.000 per harinya.
Salah satu pelanggan, Amellinda menyampaikan, rasa soto di Soto Pojok berbeda dengan warung soto yang lainnya. Mulai dari rasa kuah bening yang murni, gurih dan segar, hingga ayam yang empuk.
“Disini sotonya beda dari yang lain, kuahnya lebih segar, bening, dan gurih banget. Apa lagi ayamnya empuk, jos banget soto disini,” sebutnya saat ditemui di warung Soto Pojok oleh tagarjatim.id. (*)




















