Kabupaten Sidoarjo, tagarjatim.id – Niat awal memesan taksi online untuk pulang dari rumah sakit berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang perempuan asal Waru, Sidoarjo. Korban berinisial HS justru menjadi sasaran pemerasan oleh sopir taksi online yang pernah mengantarnya, berinisial MH alias W.

Kejadian bermula pada Juli 2024 ketika HS dan ibunya pulang dari Ponorogo. Mereka menggunakan jasa taksi online yang dikemudikan oleh MH. Saat itu, MH sempat memberikan nomor WhatsApp pribadi kepada korban untuk keperluan antar jemput pribadi di kemudian hari. Seiring waktu, komunikasi antara keduanya pun berlanjut.

Namun, belakangan komunikasi itu berubah menjadi teror. Pada April 2025, HS menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku sebagai hacker. Orang tersebut mengklaim telah meretas ponsel MH dan menemukan data pribadi milik korban, termasuk foto dan video.

Lebih mengejutkan, ‘hacker’ itu menuduh HS sebagai selingkuhan MH, dan menuntut uang sebesar Rp 5 juta agar data pribadi itu tidak disebarluaskan. Karena merasa tertekan, HS sempat mentransfer uang Rp 4 juta ke akun DANA yang diberikan pelaku.

Namun ternyata, ‘hacker’ itu tak lain adalah MH sendiri. Ia sengaja menciptakan identitas palsu untuk memeras korban.

“Pelaku berpura-pura menjadi pihak ketiga yang meretas ponselnya sendiri. Ia menggunakan dalih tersebut untuk menakut-nakuti korban,” ungkap Kapolsek Waru Kompol Miftahul Amin, Senin (5/5/2025).

Merasa menjadi korban kejahatan, HS akhirnya melapor ke Polsek Waru. Polisi bergerak cepat melakukan pelacakan hingga akhirnya menemukan jejak MH di Ponorogo. Setelah sempat berpindah pindah tempat tinggal, pelaku akhirnya berhasil dibekuk di sebuah rumah kontrakan di Perum Bumi Citra Praja, Desa Beduri, Ponorogo pada 1 Mei 2025.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan dalam aksi pemerasan daring tersebut. Kini, MH telah diserahkan ke Satreskrim Polresta Sidoarjo untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kami imbau masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan digital, terutama dari orang-orang yang pernah dikenal sekalipun,” pungkas Kompol Miftahul Amin. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H