Bondowoso, tagarjatim.id – Proses evakuasi jenazah Fahrul Hidayatullah alias Baim, remaja 18 tahun asal Kecamatan Bangsalsari yang terjatuh di jurang saat mendaki Gunung Saeng, Bondowoso berlangsung heroik. Tim SAR Gabungan harus melalui perjuangan ekstra keras dan berhati-hat selama berjam-jam untuk mengevakuasi jenazah yang terjatuh di jurang sempit sedalam sekitar 150 meter tersebut.

Namun sayangnya, perjuangan tersebut diwarnai insiden berupa aksi arogansi oknum anggota polisi terhadap sejumlah wartawan yang sedang meliput.

Aksi seorang anggota polisi yang memarahi wartawan yang sedang bertugas tersebut, sempat terekam kamera wartawan. Terlihat dalam video yang viral tersebut, polisi itu mengancam akan memukul wartawan karena dianggap mengganggu perjalanan tim SAR Gabungan.

“Padahal kita para jurnalis dalam posisi yang sama sekali tidak mengganggu perjalanan dari anggota Tim SAR Gabungan. Kita paham jarak yang aman. Kita berdiri di pinggir sekitar 5 meter dari jalur evakuasi,” tutur Ilham Wahyudi, jurnalis Jawa Pos Radar Ijen yang menjadi saksi dan korban dari pengancaman oleh anggota polisi yang belum diketahui namanya tersebut.

Ilham menyebut, polisi tersebut melarang para wartawan untuk mengambil foto atau video proses evakuasi, meski sudah dilakukan dari jarak aman.

“Kita dibentak-bentak. Ada jurnalis dari Antara, Memo, SJP dan sejumlah TV lain,” ungkap Ilham.

Hal senada disampaikan Ichuk S Widarsa, salah satu wartawan senior Bondowoso yang saat itu ikut meliput proses evakuasi jenazah. Ia menegaskan, para jurnalis saat itu sudah berdiri pada posisi yang aman, berjarak dan tidak mengganggu perjalanan Tim SAR Gabungan.

“Tiba-tiba, wartawan dilarang mengambil gambar dan video sembari mengangkat tongkat. dengan nada mengancam,” ungkap jurnalis media daring Detik.com ini.

Ancaman fisik -yang sebenarnya sudah dilarang oleh undang-undang- bahkan juga dilontarkan oleh polisi tersebut.

“Mereka bilang ‘tak pentung kamu’ (saya pukul kamu),” ujar Ichuk menirukan ucapan sang polisi.

Oknum Anggota Polisi Arogan Dorong Petugas Basarnas yang Sedang Bekerja

Bahkan dalam pengakuan Ichuk, aksi arogansi oknum polisi tersebut tak hanya dilakukan kepada para wartawan. Polisi tersebut bahkan juga melakukan kekerasan fisik kepada petugas Basarnas yang berjibaku melakukan proses evakuasi.

“Tadi saya juga melihat orang (petugas) Basarnas, sempat didorong oleh oknum polisi tersebut sampai jatuh,” ungkap Ichuk.

Aksi oknum polisi yang mendorong seorang anggota Basarnas yang juga sedang bekerja melakukan evakuasi jenazah korban, juga dibenarkan seorang anggota Basarnas Jember yang terlibat dalam proses evakuasi.

Menurutnya, anggota Basarnas yang didorong oknum polisi tersebut, sedang menjalankan tugas dokumentasi sesuai perintah pimpinan. Namun tindakan itu justru dilarang oleh anggota polisi tersebut.

“Memang benar tadi ada kejadian itu (sikap arogansi oknum polisi). Dialami rekan-rekan wartawan dan juga salah satu anggota kami. Padahal kami sudah sampaikan untuk dokumentasi laporan dan kami bertugas berseragam,” kata salah seorang anggota Basarnas Jember yang enggan disebutkan namanya itu.

Atas kejadian tersebut, petugas Basarnas yang menjadi korban polisi arogan tersebut sudah melapor kepada pimpinan. “Kami juga sudah laporkan ke pimpinan. Tindak lanjut, monggo nanti menunggu petunjuk pimpinan (Basarnas),” sambungnya.

Disayangkan IJTI

Aksi arogansi oknum anggota polisi yang kembali terulang terhadap jurnalis yang sedang bertugas, memicu reaksi keras dari organisasi jurnalis.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Tapal Kuda, Tomy Iskandar menyayangkan kembali terulangnya aksi arogansi oleh anggota polisi kepada jurnalis. Menurutnya, baik polisi maupun jurnalis sama-sama menjalankan tugas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tugas jurnalis juga dilindungi oleh UU Pers yang seharusnya ditaati oleh polisi sebagai penegak hukum.

“Kami juga bertugas sesuai aturan karena itu kami sudah sampaikan somasi kepada Polres Bondowoso,” kata Tomy saat dikonfirmasi terpisah (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H