Jember, tagarjatim.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember mencatat selama bulan April 2025 terjadi inflasi sebesar 0,49 persen di Jember. Salah satu komponen tertinggi dari inflasi tersebut masih dipegang oleh kebutuhan tarif dasar listrik.

Kepala BPS Jember, Tri Erwandi, menjelaskan, beberapa catatan peristiwa penting selama bulan April yang mempengaruhi tingkat inflasi.

“Yang paling berperan antara lain berakhirnya diskon tarif listrik yang diberikan PLN hingga harga kembali ke tarif normal akhir Februari lalu. Hal ini masih berdampak hingga bulan April,” ujar Tri saat dikonfirmasi pada Sabtu (04/05/2025).

Seperti diketahui, sejak akhir tahun 2024, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengumumkan diskon tarif dasar listrik yang berlaku selama dua bulan sejak Januari 2025. Hal ini untuk mengimbangi lonjakan setelah rencana kenaikan tarif PPN yang kemudian dibatalkan namun tetap memicu kenaikan harga.

Faktor lain yang memicu inflasi di kota tape -salah satu julukan Jember- antara lain kelangkaan kelapa yang merupakan salah satu bahan pangan untuk berbagai komoditas konsumsi. Kelangkaan harga kelapa ini membuat sejumlah harga melejit.

“Meningkatnya permintaan ekspor dan konsumsi selama bulan ramadhan menjadi penyebabnya,” ujar Tri.

Penyumbang inflasi lain di Jember selama bulan April 2025 adalah kenaikan harga emas akibat meningkatnya permintaan investasi sebagai aset aman di tengah ketidak pastian ekonomi.

“Kenaikan harga emas selama April juga turut mempengaruhi terjadinya inflasi,” ungkap Tri.

Dan peristiwa terbatasnya pasokan akibat belum panennya produksi lokal membuat harga bawang merah semakin mahal juga mempengaruhi inflasi selama bulan April.

Tri menyebut, sepuluh komoditas penyumbang inflasi terbesar antara lain tarif listrik, emas perhiasan, bawang merah, sigaret kretek mesin, kelapa, mobil, tomat, daging sapi, kangkung, dan bakso siap santap.

Sedangkan komoditas penyumbang andil deflasi antara lain daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, telepon seluler, cabai merah, jagung manis, udang basah, beras, tarif pulsa ponsel, dan terong.

“Secara umum, inflasi Jember masih berada di bawah Jawa Timur dengan tingkat inflasi sebesar 0,93 persen dan inflasi Nasional sebesar 1,17 persen,” pungkas Tri. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H