Lamongan, tagarjatim.id – Siswa-siswi SDN 2 Balongwangi, Lamongan terpaksa menjalani proses belajar mengajar di musholla karena gedung masih Porak Poranda usai diterjang angin kencang pertengahan Maret 2025 lalu.

Ada tiga ruang kelas dan satu ruang guru yang masih rusak dan hingga kini masih belum ada perbaikan usai diterjang hujan deras disertai angin kencang.

Pihak sekolah terpaksa memindahkan proses belajar mengajar ke mushola sambil menunggu adanya bantuan perbaikan dari pihak terkait.

Kepala SDN 2 Balongwangi, Lilik Suliati, mengatakan, sejak diterjang angin kencang pada 15 Maret 2025, hingga kini masih belum ada penanganan serius dari pihak terkait.

“Ada tiga ruang kelas dan satu ruang guru. Untuk anak-anak sudah saya pindah ke mushola dan ada juga di kelas lainnya,” kata Lilik.

Meski proses pembelajaran terganggu, para siswa tetap masuk dengan menggunakan ruang kelas yang masih bisa digunakan dan di musholla.

Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, pihak sekolah dan pemerintah desa setempat terpaksa membatasi area gedung yang ambruk menggunakan bangku sebagai pembatas.

meskipun beberapa barang dapat diselamatkan, kondisi ruang kelas yang rusak membuat proses belajar mengajar menjadi tidak maksimal.

Salah seorang siswa SDN 2 Balongwangi, Melvina Luthfiyah, yang ruang kelasnya roboh mengaku belajarnya kini terganggu dan ia berharap kepada Presiden Prabowo agar bisa membantu memperbaiki sekolahnya yang rusak parah.

“Ruang kelasnya ambruk membuat saya tidak bisa konsentrasi untuk belajar, Karena belajar tidak efektif, saya juga meminta Pak Presiden Prabowo segera memperbaiki ruang kelas kami yang roboh,” ucapnya.

IMG 20250503 WA0041

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Munif Syarif, menanggapi bahwa sekitar 30 persen dari total sekolah di Kabupaten Lamongan mengalami kerusakan berat.

Pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada bupati dan sekda, serta mengusulkan penanganan khusus kepada pemerintah pusat.

“Kami dan pak bupati bertemu dengan pak menteri, kita menyampaikan dan sudah saya usulkan terkait perbaikan gedung sekolah, memang kondisi lapangan sekolah kita hampir tiga puluh persen rusak,” katanya.

Baik guru dan siswa SDN 2 Balongwangi berharap, program renovasi 10 ribu gedung sekolah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dapat segera direalisasikan, sehingga kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Lamongan dapat ditingkatkan agar para siswa dapat kembali belajar di lingkungan yang aman dan layak. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H