Kabupaten Blitar, tagarjatim.id – Truk gandeng bermuatan tebu, mengalami rem blong dan menabrak sebuah pagar rumah warga, hingga akhirnya terguling di tengah jalur nasional Blitar Malang, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Kamis (1/5/25). Akibatnya muatan tebu berserakan di jalan, sementara bodi truk gandeng yang terguling, menjadi penghalang jalur lalu lintas kendaraan dari kedua arah.

Kemacetan panjang terjadi di kedua sisi jalur, karena jalur nasional ini menjadi satu satunya jalur utama penghubung kedua wilayah tersebut. Jalur lumpuh total untuk kendaraan roda 4 atau lebih dan hanya bisa dilalui roda 2, namun bergantian atau sistem buka tutup. Truk terguling juga menyebabkan kabel telepun teekena dampak, tertimpa muatan truk.

Kanitgakum satlantas Polres Blitar, Ipda Juli Hartanto dikonfirmasi membenarkan peristiwa kecelakaan tunggal ini. Pihaknya masih melakukan upaya evakuasi truk dan muatan, dengan kendaraan yang didatangkan dari Kediri.

“Ya akibat truk muatan tebu terguling, menutup jalur Malang Blitar dan sebaliknya. Kami masih menunggu alat berat untuk mengevakuasi truk dan muatanya, agar lalu lintas kembali normal,” tutur Ipda Juli Hartanto dihubungi tagarjatim.id melalui wa, usai kejadian.

Sementara Kapolsek Kesamben, AKP Muhammad Burhanudin ditemui di tkp mengatakan, penyebab kecelakaan tunggal ini diduga akibat rem blong dan kelebihan muatan.

“Jadi hasil keterangan sementara dari sopir atau pengemudi mengalami rem blong. Jadi karena jalannya menikung menurun, akhirnya sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan karena posisi muatan cukup berat,” ujar AKP Muhammad Burhanudin.

Kapolsek menambahkan, lalu lintas saat ini dialihkan, dari barat (Blitar ke Malang) diarahkan ke utara yang kendaraan kecil. Kendaraan besar sebagian tertahan dulu, karena akses tutup. Sementara hanya roda 2 yang bisa melintas, itu pun melalui bahu jalan yang sempit. Untuk kendaraan besar atau mobil dll dialihkan jalur selatan. Sementara evakuasi akan mendatangkan alat berat untuk memindahkan muatan tebu, namun sempat terjebak kemacetan menuju lokasi.

Truk gandeng bermuatan tebu ini, berjalan dari kediri ke arah malang, dan kurang lebih sekitar 7.30 pagi mengalami kecelakaan tunggal. Truk dengan nopol AG 8633 UE dikemudikan oleh Firman, warga Kediri. Hingga pukul 14.45 wib, proses evakuasi masih belum selesai dilakukan. Jalur kedua arah sementara masih dilakukan sistem buka tutup, dan baru bisa separo jalan.

“Hingga kini masih belum selesai, sementara masih buka tutup, separo jalan,” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H