Kota Batu, tagarjatim.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Jatim Retreat 2025 untuk 72 pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Sabtu (26/4/2025), di Pusdik Arhanud TNI AD Kota Batu.
Retreat ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi pertama yang menyelenggarakan program penguatan kapasitas kepemimpinan daerah, mengadopsi konsep retreat seperti yang dilakukan pemerintahan pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, hingga Minggu (27/4/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa retreat ini bukan sekadar agenda pertemuan biasa, melainkan ruang strategis untuk memperkuat orkestrasi pembangunan lintas perangkat daerah, sekaligus untuk mengawal program-program prioritas pemerintah pusat.
“Retreat ini adalah ruang penyatuan frekuensi, ruang pembentukan daya tahan mental dan fisik, serta ruang untuk merekatkan kembali semangat pengabdian kita. Kepemimpinan yang kuat lahir dari kebersamaan visi dan ketangguhan jiwa,” ujar Khofifah.
Melalui kegiatan ini, Jawa Timur menegaskan perannya dalam memperkuat konektivitas nasional. Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Jawa Timur kini menjadi simpul utama roda ekonomi dan logistik kawasan timur Indonesia, dengan dukungan tujuh bandara, 37 pelabuhan, 12 ruas tol, dan 12 kawasan industri aktif.
Ia memaparkan bahwa posisi strategis ini mengokohkan empat peran utama Jawa Timur dalam konsep Gerbang Baru Nusantara, yakni sebagai pusat perdagangan dan logistik domestik, gerbang perdagangan dan logistik internasional, mitra pengembangan industri dan jasa, serta mitra hubungan antar warga (people-to-people) dengan memperkuat konektivitas moda transportasi udara, laut, dan darat.
Retreat ini juga menjadi ruang bagi seluruh kepala perangkat daerah untuk lebih memahami sinergi antara Nawa Bhakti Satya milik Jawa Timur dengan Asta Cita pembangunan nasional. Kesembilan prioritas Nawa Bhakti Satya yang meliputi Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Akses, Jatim Berkah-Amanah, Jatim Agro, Jatim Harmoni, dan Jatim Lestari diharapkan menjadi panduan kerja seluruh ASN.
“Banyak narasumber yang mengutip dan menyampaikan terkait Asta Cita. Melalui retreat ini, maka dapat membreakdown lebih detail supaya masing-masing perangkat daerah bisa paham Asta Cita dengan Nawa Bhakti Satya,” jelasnya.
Khofifah juga menekankan bahwa seluruh ASN perlu melakukan penyesuaian dan adaptasi secara terus-menerus terhadap perkembangan zaman. Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah dari APBD harus berdampak langsung dan nyata bagi masyarakat, dengan hasil yang terukur serta menjawab kebutuhan riil warga.
“Penyesuaian dan adaptasi harus terus dilakukan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Jatim. Baru kemudian dilakukan sinergi dan kolaborasi. Selain itu, setiap rupiah dari APBD harus berdampak langsung ke masyarakat. Harus nyata, terukur, dan menjawab kebutuhan riil warga,” tegasnya.
Dalam suasana penuh kebersamaan itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan capaian strategis dan arah pembangunan Jawa Timur ke depan. Pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 4,93% (c-to-c) sepanjang 2024, dengan kontribusi 14,39% terhadap PDB nasional dan 25,23% terhadap PDRB Pulau Jawa. Sementara tingkat inflasi Maret 2025 tercatat sebesar 0,77% (y-on-y), lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 1,65%.
Retreat ini tidak hanya mengasah fisik dan mental peserta dengan kegiatan khas militer, tetapi juga membekali mereka dengan materi kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan dari berbagai narasumber nasional. Di antaranya dari Pusdik Arhanud, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Lembaga Administrasi Negara (LAN RI), Kementerian PAN-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Kodam V/Brawijaya.
Gubernur Khofifah menekankan pentingnya membangun birokrasi yang kolaboratif, cepat dalam pengambilan keputusan, dan akurat dalam pelaksanaan program.
Retreat ini juga menjadi ruang refleksi bagi para peserta untuk memperkuat peran mereka sebagai pemimpin perubahan, yang tidak hanya bertindak sebagai manajer, tetapi juga inovator dan inspirator dalam membangun budaya kerja unggul di lingkup birokrasi.
“Jadikan forum ini sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, bertukar pikiran, serta menyamakan langkah demi terwujudnya pemerintahan yang melayani dan hadir di tengah masyarakat,” pesannya.
Gubernur Khofifah mengingatkan bahwa sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk membangun daerah yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, sebagaimana tertuang dalam visi “Bersama Jawa Timur Maju yang Adil, Makmur, Unggul, dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Sebagai penutup, Khofifah mengajak seluruh pejabat di lingkungan Pemprov Jatim untuk menyatukan semangat, menyelaraskan langkah, dan mengisi Gerbang Baru Nusantara dari Jawa Timur dengan pengabdian terbaik kepada rakyat.
“Kita sedang membuka Gerbang Baru Nusantara dari Jawa Timur. Mari kita isi ruang ini dengan pengabdian terbaik untuk rakyat,” pungkasnya.(*)




















