Jember, tagarjatim.id – Terlahir sebagai difabel pada kedua kakinya, tak membuat Septina Anggun Pertiwi patah arang untuk mengejar mimpinya. Bersama ribuan lulusan SLTA lainnya, Septina sejak empat hari terakhir mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di kampus Universitas Jember (Unej).

Diantar sang Ibu Asih Tri Wulandari, Septina bersemangat mengikuti ujian di lokasi Fakultas Ilmu Budaya UNEJ, Sabtu (26/04/2025).

Di hari keempat ujian ini, Septina mengikuti ujian di sesi siang. Dengan kondisi kaki tersebut, Septina untuk berjalan jauh mesti dibantu. Tetapi gadis asal Kecamatan Senduro Lumajang ini memilih menjalani ujian UTBK SNBT seperti peserta lainnya.

“Dalam keseharaian memang saya tidak memakai alat bantu, cuman jika berjalan jauh atau naik tangga maka perlu dibantu,” kata Septina.

Berharap bisa masuk ke kampus favoritnya yang ada di Malang, Septina memberi inspirasi tentang ketegaran dan motivasi, bahwa untuk mencapai cita-cita harus dengan proses yang baik.

Total, pada pelaksanaan UTBK SNBT di kampus Unej pada tahun ini, ada dua difabel yang menjadi pesertanya. Selain Septina, ada pula Imroatus Soleha, alumnus SMAN 1 Tanggul Jember yang menggantungkan asa untuk berkuliah di Fakultas Kedokteran Unej pada UTBK SNBT tahun ini.

Panitia Pusat UTBK SNBT Unej memang sengaja menempatkan peserta difabel di lokasi FIB karena lokasi ujiannya di lantai pertama dan kondisi kampus yang mudah dicapai peserta difabel.

“Setelah menerima informasi dari panitia UTBK SNBT bahwa ada peserta difabel, kami di Humas UNEJ berusaha menghubungi, termasuk menelpon Septina. Kami ingin tahu kebutuhan atau fasilitas apa yang diperlukan peserta difabel agar bisa melaksanakan ujian dengan nyaman. Ternyata Septina memilih mengikuti ujian seperti peserta lainnya,” ujar Iim Fahmi Ilman, Wakil Ketua Tim Kerja Humas Unej.

Semangat pantang menyerah dari kedua peserta ujian yang berasal dari kalangan difabel tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Ketua Pusat UTBK SNBT UNEJ. Menurut Prof. Slamin, keteguhan tekad mereka mengikuti ujian walau dengan segala keterbatasan harus menjadi contoh bagi peserta UTBK SNBT lainnya. Bahwa niat baik melanjutkan pendidikan harus dijalani dengan proses yang baik pula.

“Saya mengapresiasi kegigihan dua peserta UTBK SNBT hari ini, semoga sukses dengan pilihannya. Bagi peserta UTBK SNBT di kampus UNEJ yang memerlukan bantuan, silahkan menghubungi kami melalui Humas UNEJ karena kami ingin memberikan layanan terbaik bagi semua peserta,” pungkas Prof. Slamin.

Sebagai informasi, Panitia UTBK SNBT UNEJ menyiapkan 20 lokasi ujian dengan 30 ruang ujian dengan 955 perangkat komputer yang tersebar di Kampus Tegalboto untuk melayani 13.403 peserta. Mereka akan dilayani dan diawasi oleh 81 orang Penanggungjawab Lokasi (PJL) dan 684 pengawas ujian selama pelaksanaan UTBK SNBT mulai dari 23 April hingga 3 Mei 2025. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H