Penulis : Gilang Bahtiar
Blitar, tagarjatim.com – Seorang ibu rumah tangga bernama Samsiyah, warga Kelurahan Gedok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, sukses menyulap buah pepaya menjadi camilan laris manis. Buah itu dijadikan keripik mirip keripik usus.
Samsiyah mengatakan usahanya ini terinspirasi dari banyaknya buah pepaya di lingkungannnya dan tidak terolah. Banyak tetangganya yang mempunyai tanaman pepaya. Keripik buatannya ini cenderung gurih dan renyah.
Berangkat dari inspirasi itu, ia mencoba mengolah buah pepaya muda menjadi keripik. Ternyata, hasil olahan pepaya itu disukai, sehingga ia berani memperbanyak produksinya.
Samsiyah mengatakan, setiap hari tak kurang dari 20 kilogram keripik dibuatnya. Awalnya, buah pepaya mentah dikupas, dibersihkan isinya dan diiris tipis-tipis dengan alat pasah.
Kemudian irisan pepaya itu dijemur hingga kering. Setelahnya, kerecek direbus dan digoreng.
“Alhamdulillah banyak yang suka. Banyak yang senang. Di sini juga banyak yang tanam (pepaya), jadinya memang melimpah,” jelasnya kepada tagarjatim.com, Senin (5/2/2024).
Ia mengatakan harga jual keripik pepaya buatannya juga terjangkau sekitar Rp85 ribu per kilogram. Permintaan juga cukup banyak baik dari dalam negeri hingga luar negeri.
“Per kilogram itu Rp85 ribu. Pengiriman ke luar kota, Banyuwangi, Jember, Jakarta, Bekasi, Lumajang, Cirebon. Ke Hong Kong, Singapura juga pernah,” ungkapnya.
Menurut dia, permintaan juga masih tetap tinggi. Omzet dari jualan keripik pepaya ini per bulan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Pelanggan juga menyukai sejumlah rasa misalnya original serta balado.
Selain membuat keripik buah pepaya, Samsiyah juga membuat camilan keripik lainnya seperti pisang, nangka, hingga pare.
Dalam usahanya, ia dibantu 10 orang. Ia berharap usahnya ini terus berkembang dan semakin besar.




















