Kota Malang, tagarjatim.id – Universitas Brawijaya (UB) siap melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2025 yang akan berlangsung selama tujuh hari, mulai Rabu (23/4/2025) hingga Selasa (29/4/2025). Ujian ini digelar serentak secara nasional sebagai bagian dari Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) menuju perguruan tinggi negeri.
Tahun ini, UB mencatat sebanyak 20.859 peserta akan mengikuti UTBK. Dari jumlah tersebut, 16 peserta merupakan calon mahasiswa difabel yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Rinciannya, terdapat 3 peserta tuna netra, 8 peserta tuna daksa, dan 5 peserta tuna rungu.
Untuk menjamin kenyamanan dan aksesibilitas, UB menyediakan ruang ujian khusus di Lab Komputer Gedung B, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Gedung ini dipilih karena telah memenuhi standar fasilitas ramah difabel, seperti akses ramp, guiding block, serta berada di lantai dasar. Setiap peserta difabel juga akan didampingi oleh pengawas khusus.
Selain itu, UB menyediakan alat bantu seperti riglet (sebagai kertas buram) dan aplikasi screen reader bagi peserta tuna netra, yang dapat mengubah tampilan teks menjadi suara.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Imam Santoso, melakukan pengecekan langsung di beberapa lokasi pelaksanaan ujian.
“Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, jaringan listrik dan internet, serta keamanan peserta dari potensi kecurangan,” jelasnya.
Direktur Direktorat Teknologi Informasi UB, Raden Arief Setyawan, menambahkan bahwa UB telah menjalani simulasi nasional dan finalisasi pemeriksaan infrastruktur, termasuk server dan jaringan. Untuk antisipasi gangguan listrik, UB juga menyiapkan genset dan SOP darurat.
Untuk melayani seluruh peserta, UB menyediakan 1.520 unit komputer serta 152 komputer cadangan. Selama pelaksanaan, sebanyak 474 pengawas ruang dan 147 pengawas teknis akan bertugas. Selain itu, sebanyak 60 unit metal detector disiagakan untuk menjaga ketertiban dan mencegah kecurangan.
“Dengan persiapan matang ini, kami berharap seluruh peserta UTBK 2025 di UB dapat mengikuti ujian dengan lancar, nyaman, dan adil,” tutup Arief. (*)




















