Kota Malang, tagarjatim.idPemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan program beasiswa bagi calon siswa yang tidak lolos dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. Langkah ini diambil untuk mencegah anak putus sekolah dan mendukung terciptanya generasi emas Indonesia 2045.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa pendekatan SPMB tak hanya berbasis teknologi informasi, tetapi juga harus memberi solusi bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri.

“Jangan sampai siswa yang tidak diterima kehilangan harapan. Pemerintah harus hadir memberikan jalan keluar,” tegas Aries saat menggelar sosialisasi SPMB di Hotel Aliante Kota Malang, Senin (21/4/2025).

Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menyusun kerja sama dengan sekolah swasta untuk menyediakan kuota khusus dan pembebasan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

“Kami sedang menyiapkan MoU pada 2 Mei mendatang. Targetnya, setiap sekolah swasta menyediakan 10 persen kuota bagi siswa yang tidak lolos SPMB. Ini bagian dari upaya memastikan semua anak tetap bisa sekolah,” ujar Aries.

Data Dinas Pendidikan Jatim menunjukkan bahwa pada 2025 terdapat 682.252 lulusan SMP/sederajat. Namun, daya tampung sekolah negeri hanya 261.396 siswa—terdiri dari 126.180 di SMAN dan 135.216 di SMKN. Artinya, sekitar 61,69 persen siswa atau 420.856 anak perlu mencari alternatif pendidikan di luar sekolah negeri.

Jawa Timur saat ini memiliki 1.083 SMA swasta dan 1.860 SMK swasta. Jika setiap sekolah menyediakan minimal 10 kursi beasiswa, maka akan tersedia tambahan daya tampung untuk 29.430 siswa.

Aries berharap para pendidik dan kepala sekolah turut mengambil peran dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kita harus siapkan anak-anak kita agar kelak bisa menduduki posisi strategis di masa depan. Semua itu dimulai dari peran para guru dan kepala sekolah,” pungkasnya.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H