Tagarjatim.id – Dalam tradisi Gereja Katolik dan berbagai denominasi Kristen lainnya, penggunaan warna liturgi memiliki makna simbolis yang mendalam. Pada momen peringatan hari-hari penting, pemilihan warna tidak dilakukan dengan sembarangan, seperti pada Jumat Agung dan Malam Paskah.

Warna liturgi mencerminkan suasana rohani dari iman yang sedang dilaksanakan. Warna liturgi digunakan untuk memperkuat pesan iman yang sedang direnungkan dalam perayaan gereja. Setiap warna liturgi memiliki makna tertentu, seperti pengorbanan, sukacita, pertobatan, dan kebangkitan.

Makna Warna Liturgi Pada Jumat Agung

Penggunaan warna liturgi pada Jumat Agung memiliki makna yang mendalam bagi umat Kristen, warna liturgi menjadi simbol penting bagi umat Kristen untuk merefleksikan pengorbanan Yesus dan meningkatkan iman dan kasih mereka kepada Tuhan. Saat memperingati Jumat Agung, gereja menggunakan warna liturgi ungu atau merah sebagai simbol pengorbanan Yesus.

Warna ungu melambangkan pertobatan dan persiapan. Pada Jumat Agung, warna ungu digunakan untuk menandai kesedihan dan suasana berkabung atas wafatnya Yesus Kristus. Warna ini juga mengingatkan umat Kristen akan pentingnya pengorbanan Yesus dan makna kematian-Nya bagi keselamatan umat manusia.

Beberapa gereja juga dapat menggunakan warna merah pada Jumat Agung, yang melambangkan darah Yesus di kayu salib. Warna merah ini juga mengingatkan umat Kristen akan pengorbanan Yesus yang rela menumpahkan darahnya untuk menebus dosa-dosa manusia.

Makna Warna Liturgi Pada Malam Paskah

Malam Paskah adalah momen penting dalam kalender liturgi Kristen, di mana umat Kristen merayakan kebangkitan Yesus Kristus dari kematiannya. Warna liturgi yang digunakan pada Malam Paskah adalah warna putih, yang menjadi simbol penting untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus dan mengalami pembaharuan iman dan harapan.

Warna putih melambangkan kesucian, kebangkitan, dan kemenangan Yesus Kristus atas kematian. Warna putih juga melambangkan cahaya Kristus yang menerangi kegelapan dan membawa harapan baru bagi umat manusia.

Simbolisme Warna Liturgi dan Pengaruhnya bagi Umat 

Warna merah atau ungu pada Jumat Agung dan putih pada Malam Paskah memiliki fungsi lebih dari sekadar dekorasi. Ketiga warna tersebut menjadi pengingat rohani umat Kristen. Dalam setiap liturgi, pemilihan warna turut membentuk suasana batin umat. Warna-warna tersebut memiliki arti dan makna yang mendalam.

Memahami makna warna liturgi pada Jumat Agung dan Malam Paskah merupakan bagian dari penghayatan iman yang lebih utuh. Setiap warna liturgi menjadi pembuka jalan masuknya kasih Tuhan secara lebih nyata dalam kehidupan umat. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H