Kota Malang, tagarjatim.id – Sebuah video pengakuan mengejutkan dari seorang pemuda yang mengaku sebagai Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Malang viral di media sosial. Dalam video tersebut, pria yang diketahui berinisial IDP mengakui bahwa dirinya telah melakukan tindakan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi.
Video berdurasi pendek yang diunggah ke Instagram itu memperlihatkan IDP menyampaikan pengakuannya secara terbuka. Ia mengaku melakukan perbuatan bejat tersebut saat korban tidak sadarkan diri dan dalam kondisi sedang datang bulan. Dalam video yang sama, IDP juga menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan siap bertanggung jawab atas perbuatannya.
Sejak pertama kali muncul di media sosial, video ini langsung menyebar luas dan memicu reaksi keras dari masyarakat. Netizen mengecam tindakan tersebut dan mendesak pihak kepolisian segera bertindak untuk menindaklanjuti pengakuan tersebut.
Menanggapi viralnya video itu, Satreskrim Polresta Malang Kota bergerak cepat. Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol M. Sholeh menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap video tersebut dan mulai memanggil semua pihak yang terlibat untuk dimintai keterangan.
“Terkait adanya video viral pengakuan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang pemuda, kami telah melakukan penelusuran dan memanggil semua pihak,” ujar Kompol Sholeh, Selasa (15/4/2025).
Polisi juga telah berhasil mengidentifikasi korban dan langsung meminta keterangan dari yang bersangkutan. Dari hasil pemeriksaan awal, korban membenarkan telah mengalami kekerasan seksual pada 9 April lalu. Setelah dimintai keterangan, korban resmi membuat laporan polisi. Saat ini, penyidik tengah memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti yang diperlukan untuk memperkuat penyelidikan.
Sementara itu, IDP, pemuda yang muncul dalam video, juga telah dipanggil oleh polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kasus ini menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat, khususnya di kalangan civitas akademika dan mahasiswa. Di berbagai laman media sosial, masyarakat meminta aparat penegak hukum bertindak tegas. Mereka berharap kasus ini segera diungkap secara tuntas dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal apabila terbukti bersalah, sementara korban mendapatkan keadilan.(*)




















