Jember, tagarjatim.id – Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membawa ribuan warga Gaza, Palestina untuk ditampung di Indonesia, menimbulkan polemik. Sejumlah pihak menduga, rencana itu menjadi bahan negosiasi Indonesia kepada Amerika Serikat, terkait kebijakan tarif impor tinggi.

Rencana Prabowo itu disebut-sebut sejalan dengan ‘ide gila’ Presiden Donald Trump untuk mengosongkan Gaza, yang didukung penuh oleh Israel.

Muhammadiyah -salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia- tidak satu suara menyikapi rencana pemerintah Indonesia itu.

Ketua PP Muhammadiyah bidang ekonomi, bisnis dan industri halal, Muhadjir Effendy meyakini, rencana Presiden Prabowo itu didasari oleh niat baik untuk bangsa Palestina. Bukan untuk menguntungkan kepentingan Presiden AS dan Donald Trump dan Israel.

“Mudah-mudahan yang saya pahami itu tidak keliru. Maksud Pak Presiden sesungguhnya yang dievakuasi adalah yang untuk mendapat kesempatan pendidikan tinggi di sini,” ujar Muhadjir saat ditemui tagarjatim.id usai menghadiri acara yang digelar di kampus Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) pada Minggu (13/04/2025).

Sikap Muhadjir ini berbeda dengan pernyataan Ketua PP Muhammadiyah bidang UMKM, pemberdayaan masyarakat dan lingkungan hidup, Anwar Abbas yang mengaitkan rencana Prabowo itu dengan rencana Presiden Trump untuk mengosongkan wilayah Gaza dari orang Palestina. Anwar yang juga Wakil Ketua Umum MUI ini mengkhawatirkan, Indonesia hanya dimanfaatkan Israel melalui AS, agar rencana pengosongan Gaza berjalan lancar.

Muhadjir mengakui, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah belum menggelar rapat khusus untuk menyikapi rencana pemerintah tersebut. Namun, Muhadjir menyebut, selama ini sejumlah pihak termasuk Muhammadiyah juga sudah melakukan hal serupa dalam skala yang berbeda.

“Selama ini Muhammadiyah juga sudah bergerak, baik bantuan kemanusiaan maupun menarik anak-anak Palestina untuk sekolah di Indonesia. Baik di tingkat MBS atau pondok asrama maupun perguruan tinggi Muhammadiyah,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Penasehat Khusus Presiden bidang haji dan produk halal ini.

Muhadjir menyebut, langkah Presiden Prabowo untuk mengundang pengungsi Palestina ke Indonesia itu demi masa depan bangsa Palestina. Sebab mereka yang akan ditempatkan di Indonesia itu adalah generasi muda Palestina yang akan kesempatan pendidikan.

“Ini penting sekali untuk mencegah hilangnya generasi, lost generation di Palestina. Kan Palestina ini perjuangan jangka panjang. Itu harus ada estafet kepemimpinan. Kalau suatu saat merdeka, kan harus disiapkan

Jadi pak Prabowo memikirkan itu,” papar mantan Mendikbud ini.

Muhadjir menjelaskan, pasca bombardir Israel, banyak kehancuran di wilayah Jalur Gaza. Tidak hanya infrastruktur, tapi juga manusianya yang hancur menderita.

“Kalau infrastruktur dihancurkan memang dampaknya besar. Tetapi jauh lebih besar jika anak-anak yang dihancurkan. Padahal mereka ini yang akan meneruskan perjuangan bangsa Palestina. Sehingga mereka itu harus disiapkan dengan baik,” ujar guru besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Muhadjir juga menegaskan, jumlah rakyat Gaza yang dibawa ke Indonesia terbatas, hanya sekitar seribu orang. Sehingga tidak relevan dengan rencana pengosongan wilayah Gaza yang digagas Presiden Trump dan didukung Israel.

“Ini murni agenda kemanusiaan dan pertimbangan strategis, jangan sampai terjadi lost generation bangsa Palestina,” pungkas Muhadjir. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H