Jember, tagarjatim.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait mematok target tinggi terkait produksi pertanian. Tak hanya mempertahankan predikat Jember sebagai lumbung pangan di tingkat provinsi dan Jawa Timur.
“Tadi kita sudah diskusi. Jember sebagai lumbung pangan nomor lima (di Jatim), kita akan kejar menjadi setidaknya nomor dua,” ujar pria yang akrab disapa Gus Fawait ini saat menghadiri Panen Raya Padi yang digelar di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember pada Senin (7/4/2025).
Bersama dengan jajaran Forkopimda dan sejumlah pimpinan OPD, Bupati Jember Muhammad Fawait menggelar Panen Raya Padi. Tepatnya, di Lojejer, Wuluhan, pada) siang. Tak hanya itu, Gus Fawait juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada sejumlah petani.
Selain jajaran Pemkab Jember dan juga Pemerintah Desa Lojejer, acara tersebut juga dihadiri unsur pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Panen raya di Jember digelar secara serentak bersamaan dengan Panen Raya Serentak 14 Provinsi yang digelar oleh Presiden Prabowo Subianto bersama para gubernur dan bupati/wali kota.
Kepada awak media, Fawait membeberkan sejumlah strateginya untuk menggenjot produksi pertanian di Jember.
“Saya baru satu bulan menjabat (sebagai bupati). Bulan pertama, kita fokus pada efisiensi anggaran dan bidang kesehatan. Lalu saat ini, di bulan kedua, kita akan fokus pada bidang pertanian dan selanjutnya infrastruktur,” papar politikus Partai Gerindra ini.
“Kita juga akan dibantu TNI/Polri untuk mengejar target produksi pertanian di Jember,” sambung Fawait.
Di sisi lain, Fawait mengakui, ketersediaan pupuk masih menjadi masalah pelik di Jember. Padahal, stok pupuk telah tercukupi dari pusat.
“Kita akan gelar diskusi dengan seluruh pihak yang terkait dengan soal pupuk, baik distributor dan kios, bersama dandim dan kapolres,” papar Fawait.
Fawait menegaskan akan menindaktegas jika ada pihak yang menyalahgunakan pupuk bersubsidi. Selain itu, Pemkab Jember juga akan mengoptimalkan keberadaan penyuluh pertanian lapangan (PPL).
“Ke depan, PPL harus dioptimalkan, termasuk nanti kita adakan relawan atau tim yang khusus menganalisa hamparan tanah sehingga kebutuhan pupuk sesuai dengan yang di lapangan,” pungkas Fawait. (*)




















