Jember, tagarjatim.id – Dua warga negara Indonesia (WNI) asal Jember, Jawa Timur berhasil melarikan diri dari tempat kerjanya di Kamboja yang diduga melakukan perdagangan orang. Namun ironisnya, saat mereka berdua hendak meminta pertolongan dan perlindungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh di Kamboja, upaya itu justru ditolak.

Staf keamanan KBRI Phnom Penh menolak memberikan perlindungan kepada kedua WNI karena saat itu pejabat dan staf kedutaan masih libur lebaran.

Ibu korban akhirnya meminta tolong kepada Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) yang kemudian mengadvokasinya. DPC SBMI Jember juga meminta bantuan kepada sejumlah pihak, seperti BP2MI, Pemkab Jember dan sejumlah anggota DPRD Jember.

“Kita menyayangkan sikap KBRI Phnom Penh karena KBRI seharusnya menjadi satu-satunya rumah perwakilan dari negara kita,” tutur Nadifatul Khoiroh, Ketua DPC SBMI Jember saat dikonfirmasi tagarjatim.id pada Senin (07/04/2025).

Difa -sapaan akrab Nadifatul Khoiroh- menjelaskan, kedua korban berhasil kabur setelah dibantu oleh rekan-rekannya di tempat kerja sesama WNI.

Kedua kakak beradik itu tetap bertahan meminta bantuan ke KBRI Phnom Penh, karena saat kabur dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Saat diusir oleh KBRI Phnom Penh, si adik yang perempuan itu sampai sakit perut. Karena menahan lapar dan telat makan. Selain itu, dia nyeri perut, karena mau menstruasi,” papar Difa.

Oleh petugas keamanan KBRI Phnom Penh, kedua WNI asal Jember tersebut diminta untuk kembali lagi 7 hari kemudian, yakni setelah masa libur dan cuti lebaran ASN berakhir.

Kedua kakak beradik itu akhirnya menginap di sebuah hotel yang ada di dekat KBRI Phnom Penh untuk sementara, sembari menunggu berakhirnya cuti lebaran ASN pada Selasa (08/04/2025) besok.

“Mereka berdua sebenarnya sudah tidak ada biaya. Terpaksa menginap di penginap, dengan dibantu oleh rekannya, sesama WNI yang berasal dari Kabupaten Landak, Kalimantan Barat,” papar Difa.

Kasus ini telah dilaporkan oleh SBMI Jember ke Polres Jember pada hari Jumat (4/9/2024) lalu.

“Polres Jember masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Belum dipastikan TPPO atau tidak. Juga belum tahu pelakunya siapa,” tutur Difa. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H