Jember, tagarjatim.id – Teka-teki penemuan mayat tanpa identitas di sekitar pesisir Pantai Nyamplung Kobong, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, akhirnya terpecahkan. Sebelumnya, mayat tersebut ditemukan tanpa busana pada Rabu (2/4/2025), sekitar pukul 06.00 WIB.
“Awalnya kita mendapat laporan warga, sekitar pukul 6 pagi tadi, yakni penemuan mayat jenis kelamin perempuan, di sekitar Pantai Nyamplung Kobong. Kemudian kami bersama Polairud, Relawan Brandal Alas, Basarnas, BPBD, Anggota Polsek Gumukmas, dan Bhabinkamtibmas juga menuju lokasi penemuan sekitar pukul 9 pagi,” ujar anggota Relawan Barat Daya Jember, Viky Septian saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.
Dari penemuan mayat tersebut, korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Gumukmas menggunakan mobil ambulans. Saat itu, tidak didapati identitas pada jenazah lansia tersebut, diduga karena sudah beberapa hari.
Dari penyelidikan dan proses investigasi, Basarnas dan polisi menduga mayat tersebut ada kaitannya dengan laporan orang hilang yang terjadi di Kecamatan Bangsalsari, empat hari silam. Saat itu, menjelang lebaran atau empat hari yang lalu, ada laporan perempuan lansia yang diduga hanyut di sekitar sungai yang ada di desa tersebut.
“Saat ditemukan tidak didapati identitas pada jenazah korban. Kemudian rekan-rekan Basarnas menduga mayat ini adalah korban yang hanyut di sungai empat hari yang lalu. Tapi untuk memastikan, pihak keluarga korban dihubungi terlebih dahulu,” ungkap Viky.
Perempuan lansia bernama Nawasih (70) asal Dusun Begelenan, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, Jember, dilaporkan hilang dan diduga hanyut pada hari Minggu (30/3/2025) kemarin.
Setelah dilakukan proses identifikasi, kata Viky, korban akhirnya dipastikan adalah nenek Nawasih, yang empat hari yang lalu dilaporkan hilang, diduga akibat hanyut di sungai.
Informasi dugaan korban hanyut berawal dari laporan warga yang mendatangi rumah korban pada hari Minggu kemarin. Saat itu warga hendak memberikan zakat fitrah kepada korban yang memang hidup di bawah garis kemiskinan.
Namun, korban yang tinggal seorang diri itu, tidak didapati ada di rumahnya.
“Tapi ada sandal yang diduga milik korban di pinggir aliran sungai. Dari situ ada dugaan korban hanyut di sungai saat mandi,” paparnya.
Saat itu, tim gabungan bersama warga sebenarnya sudah melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi titik awal dugaan korban hanyut. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.
“Dari proses investigasi, dipastikan mayat yang ditemukan di pantai itu adalah korban hanyut di sungai empat hari yang lalu. Kepastian informasi korban itu, disampaikan oleh pihak keluarga yang mengetahui ciri-ciri pada tubuh korban,” kata Dantim Pencarian Pos Basarnas Jember Jatmika Andi DW saat dikonfirmasi terpisah.
Dari kejadian penemuan mayat korban itu, lanjutnya, jasad korban ditemukan berjarak kurang lebih 21,3 Km, dari lokasi tempat kejadian kecelakaan (TKK) laka sungai.
“Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemulasaran jenazah. unsur terlibat diantaranya anggota Polsek Bangsalsari, Koramil Bangsalsari, relawan Siluman Rescue, Aparatur Desa Karangsono, BPBD Jember, relawan Brandal Alas Rescue, Polsek Gumukmas 2, dan Satpolair Polres Jember di kembalikan ke kesatuan untuk kembali bertugas untuk kesiapsiagaan, serta operasi SAR ditutup,” pungkasnya. (*)




















