Kabupaten Blitar, tagarjatim.id – Kecelakaan pengendara sepeda motor di jalan raya Talun, Kabupaten Blitar akhirnya menemukan titik terang. Hasil olah tkp dan keterangan para saksi serta petunjuk rekaman cctv, didapati korban terlibat kecelakaan dengan pesepeda, kemudian terjatuh dan terseret beberapa meter hingga akhirnya ada ledakan keras.
Ledakan tersebut berasal dari bubuk mesiu atau obat mercon, yang dibawa korban. Korban meninggal dunia di lokasi akibat bagian perutnya terburai, efek dari kerasnya ledakan.
Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurahman dalam keterangannya menyatakan, peristiwa diawali dengan kecelakaan lalu lintas. Korban pengendara motor berjalan dari timur ke barat di jalan raya talun kemudian terlibat senggolan dengan pengendara sepeda pancal dari selatan ke utara di dekat perlintasan sebidang rel kereta api. Dari hasil olah tkp perugas satlantas didapati berbagai petunjuk termasuk rekaman cctv dan keterangan para saksi.
“Dari olah tkp juga didapati kendaraan terseret sekian meter dari titik poin awal kemudian terjadi ledakan. Kemudian kami duga ledakan itulah yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Kapolres kepada wartawan di lokasi kejadian Rabu dini hari (26/3/2025).
Kapolres menambahkan, petugas juga menemukan identitas korban, Ashbar Aosath Al Maliky asal Kabupaten Ponorogo, yang merupakan santri di sebuah pondok pesantren di wilayah Blitar. Jenasah pemuda 21 tahun ini akhirnya dievakuasi ke rumah sakit Ngudi Waluyo, untuk divisum.
Sementara, hasil olah tkp awal petugas satlantas dan satreskrim polres Blitar menyebutkan, sejumlah petunjuk bekas bubuk mesiu di sekitaran tubuh korban. Banyak didapati jejak jejak bekas bubuk mesiu di bagian lengan dan perut korban.
Dari pemeriksaan tim kesehatan bagian perut korban yang keluar itulah yang menyebabkan korban meninggal. Namun polisi masih terus melakukan penyelidikan terhadap peristiwa ini dan termasuk darimana asal bahan peledak yang dibawa oleh korban.
“Ada sejumlah selongsong petasan atau kembang api ya, dan petunjuk petunjuk adanya bubuk mesiu, itu yang kita dalami ya,” pungkas Kapolres . (*)




















