Jombang, tagarjatim.id – Ribuan santri pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur, mulai menikmati masa liburan Ramadan dan hari raya. Mereka akan kembali ke kampung halamannya masing-masing, berkumpul bersama keluarga selama kurang lebih tiga pekan, setelah sebelumnya setiap hari harus jauh dari keluarga karena menempuh Pendidikan di pondok pesantren.

Sebagaimana terlihat di areal parkir bus makam Gus Dur di Tebuireng, Jombang, Kamis (20/03/2025), sekitar 3.000 santri pondok pesantren Tebuireng dan beberapa pondok pesantren lainnya antre menuju masing-masing bus yang telah terparkir.

Wajah para santri tampak riang dan gembira menyambut kepulangannya ke kampung halaman, melepas rindu kepada keluarga dan handai tolan. Mereka menyeret koper, dan menenteng tas, dan kardus bergegas menuju busnya masing-masing, tak sabar untuk segera menginjakkan kaki dan merebahkan tubuhnya di rumah.

“Pasti kangen keluarga: ayah-ibu, adik-kakak, dan juga teman-teman di rumah. Terakhir pulang tiga bulan lalu,” kata Yusuf Akbar, salah satu santri asal Lampung antusias.

Selama awal hingga pertengahan Ramadan, para santri Tebuireng dan santri lainnya di Kabupaten Jombang mengikuti kegiatan Ramadan seperti pengajian kilatan kitab kuning, ritual ibadah khusus ramadan, disamping kegiatan formal di sekolah.

Kegiatan para santri di bulan Ramadan lebih banyak jika dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Kegiatan pengajian kilatan kitab kuning ini biasanya digelar sejak usai salat subuh, menjelang dhuhur, setelah salat ashar hingga menjelang berbuka puasa, serta pengajian usai salat tarawih.

Mereka akan menikmati istirahat dan libur dari aktifitas belajar mengajar selama tiga minggu ke depan hingga tanggal 16 April mendatang.

Salah satu pengasuh pondok pesantren Tebuireng, KH Fahmi Amrulloh mengatakan, para santri ini wajib pulang bersama-sama dengan rombongan atau dijemput oleh keluarganya masing-masing. Santri tidak diperbolehkan pulang sendiri.

“Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para santri sendiri. Yang ikut rombongan, nanti akan dijemput keluarga masing-masing di titik penjemputan,” jelas Gus Fahmi, sapaan akrabnya.

Selain mudik bareng dengan jalur darat menggunakan bus, beberapa santri asal Kalimantan dan Sulawesi juga pulang bareng menggunakan pesawat. Pihak pesantren juga mengantar rombongan santri luar pulau ini menggunakan bus ke Bandar Udara Juanda Surabaya, dan memastikan seluruh santri naik ke pesawat masing-masing.

Gus Fahmi berpesan agar para santri menikmati masa liburannya dengan baik, dan tetap menjaga akhlakul karimah saat bergaul dengan keluarga dan masyarakat di rumahnya masing-masing. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H