Kota Surabaya, tagarjatim.id – Perekonomian Jawa Timur terus menunjukkan tren positif dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,03 persen secara year-over-year (YoY). Kinerja ini didukung oleh konsumsi domestik yang tetap kuat, stabilitas inflasi, serta ekspansi industri manufaktur yang semakin berkembang.

Dalam konferensi pers ALCo APBN KiTa Regional Jawa Timur pada Rabu (19/3/2025), Kepala Kanwil Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jawa Timur, Dudung Rudi Hendratna, mengungkapkan bahwa kontribusi Jawa Timur terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pulau Jawa mencapai 25,55 persen, menjadikannya provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar kedua setelah DKI Jakarta.

Selain pertumbuhan ekonomi yang solid, laju inflasi di Jawa Timur tetap terkendali. Pada Februari 2025, provinsi ini mencatat deflasi sebesar -0,03 persen (YoY).

Dudung menjelaskan bahwa diskon tarif dasar listrik menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga barang dan jasa, membantu masyarakat menjaga daya beli mereka.

Menjelang bulan Ramadan dan Lebaran, pemerintah juga terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan. “Harga pangan juga terus dikendalikan, terutama untuk menghadapi Ramadhan dan Lebaran,” ujar Dudung.

Pemerintah pusat dan daerah juga menerapkan kebijakan untuk menekan kenaikan harga di sektor transportasi. Menurut Dudung, penurunan tarif angkutan Lebaran serta pengurangan tarif tol menjelang Lebaran diproyeksikan berkontribusi dalam menjaga inflasi tetap stabil. “Kebijakan ini menjadi faktor yang memengaruhi inflasi pada bulan Maret ini,” tambahnya.

Di sektor industri, Jawa Timur terus mengalami pertumbuhan berkat hilirisasi industri yang semakin diperkuat. Sektor manufaktur menunjukkan kinerja yang baik, dengan industri makanan dan minuman tumbuh 7,55 persen (YoY), industri kertas 5,96 persen (YoY), dan industri kimia 5,26 persen (YoY). Kinerja ini menandakan semakin kuatnya daya saing industri Jawa Timur di tingkat nasional.

Sementara itu, penyaluran kredit bagi pelaku usaha juga meningkat pesat. Data Kanwil Kemenkeu menunjukkan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp46,62 triliun, disalurkan kepada 909.119 penerima. Selain itu, program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp1,18 triliun telah diberikan kepada 264.341 penerima, membantu pengembangan usaha kecil dan menengah di Jawa Timur.

“Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui akses pembiayaan,” tutup Dudung. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H