Surabaya, tagarjatim.id – Provinsi Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam dunia pendidikan. Sebanyak 27.994 siswa dari provinsi ini dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 dan diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Capaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah kelulusan SNBP terbanyak secara nasional selama enam tahun berturut-turut sejak 2020.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan para siswa dalam menembus jalur SNBP. Ia juga berterima kasih kepada para guru dan orang tua yang telah berperan dalam mendampingi para siswa hingga berhasil diterima di PTN sesuai minat dan kemampuannya.

“Alhamdulillah, berdasarkan pengumuman dari Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3) pada Selasa (18/3/2025), Jatim kembali menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang lolos SNBP,” ujar Khofifah dalam keterangannya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (19/3/2025).

Menurut data resmi SNBP 2025, Jawa Timur menempati peringkat pertama dengan persentase kelulusan sebesar 26,35 persen dari total siswa yang diterima di seluruh Indonesia. Di bawahnya, Jawa Barat berada di posisi kedua dengan 18.437 siswa lolos SNBP, diikuti oleh Jawa Tengah dengan 14.676 siswa. Peringkat keempat ditempati Sumatera Utara dengan 13.510 siswa, sedangkan Aceh berada di peringkat kelima dengan 8.427 siswa.

Khofifah mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras para siswa, guru, dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ia juga menyoroti tingginya tingkat persaingan dalam SNBP 2025 yang mencapai sekitar 22 persen atau sekitar 1:5, menandakan betapa selektifnya proses penerimaan tahun ini.

Selain menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang lolos SNBP jalur reguler, Jawa Timur juga mencatatkan jumlah tertinggi dalam penerimaan melalui jalur Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dari 36.071 pelamar KIP Kuliah di Jawa Timur, sebanyak 6.601 siswa berhasil diterima di PTN. Sumatera Utara dan Jawa Barat menyusul di peringkat dua dan tiga dengan masing-masing 5.873 dan 5.104 siswa yang lolos dengan KIP Kuliah.

Menurut Khofifah, keberhasilan siswa dengan KIP Kuliah ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Ia berharap agar para penerima KIP Kuliah dapat terus menjaga semangat belajar dan meningkatkan prestasi akademiknya.

“Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi yang sudah diterima dengan KIP Kuliah untuk terus meningkatkan prestasi akademiknya,” ujar Khofifah.

Sementara itu, bagi siswa yang belum lolos SNBP, Khofifah memberikan dorongan agar tetap semangat dan fokus mempersiapkan diri untuk jalur lain, seperti Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT).

“Bagi yang belum diterima, jangan patah semangat. Masih ada kesempatan melalui UTBK-SNBT. Saya juga meminta kepala sekolah dan bapak ibu guru untuk terus mendampingi anak-anak agar mereka berhasil di jalur seleksi berikutnya,” tegasnya.

Sebagai informasi, SNBP 2025 memiliki daya tampung 181.425 kursi dari 146 PTN yang berpartisipasi, terdiri dari 76 PTN akademik, 44 PTN vokasi, dan 26 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Dari total 173.028 siswa yang lolos SNBP, sebanyak 150.547 diterima di PTN akademik dan 22.481 di PTN vokasi.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H