Kota Blitar, tagarjatim.id – Sebuah video klip lagu “iclik cinta” mendadak viral dan mendapat kecaman publik setelah diunggah di platform YouTube. Alasannya, lagu yang dinyanyikan dua pedangdut dengan pakaian minim, menggunakan latar belakang kawasan Makam dan Perpustakaan Nasional Bung Karno, Kota Blitar.

Buntutnya, bukan hanya kecaman publik namun juga merambah ke ranah kepolisian. Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Blitar, telah mengadukan ke kepolisian terkait video klip lagu dengan judul “iclik cinta” yang dinilai tak senonoh ini.

Ketua DPC GMNI Blitar Vita Nerizza Permai mengatakan, video ini mencemari kesakralan makam Bung Karno, bahkan menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah dan budaya yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap warga negara.

”Makam Bung Karno adalah simbol perjuangan dan pengorbanan yang telah memberikan banyak arti bagi bangsa Indonesia,” ungkapnya melalui rilis kepada wartawan Jumat (7/3/2025).

Vita menambahkan, video klip dengan judul lagu yang tidak senonoh dan tidak mendidik di lokasi yang memiliki makna historis, mencerminkan sikap yang tidak bertanggung jawab dan kurangnya

moralitas yang dimiliki rumah produksi tersebut. Vita menegaskan jika cagar budaya dan pemanfaatannya, diatur oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

“Dalam Pasal 66, dinyatakan bahwa, setiap orang dilarang merusak Cagar Budaya, baik secara fisik maupun nonfisik yang mengurangi nilai pentingnya,” tegas mahasiswi Fakultas Hukum Unisba ini.

Atas dugaan pelanggaran perundang-undangan ini, pihaknya telah mengambil langkah dengan mengadukan hal ini ke Polres Blitar Kota. Dengan adanya aduan yang sudah dilayangkan, Vita berharap pihak kepolisian segera menindak lanjuti, dengan memanggil atau memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat dan mencari keuntungan dari lahirnya video klip “iclik cinta”.

“Kami mendesak pihak berwenang untuk mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan dan memastikan bahwa kesakralan tempat-tempat bersejarah kita tetap terjaga,” pungkasnya.

Selanjutnya, Vita berharap agar masyarakat utamanya pihak-pihak yang bergelut di dunia kreasi dan seni agar tetap memperhatikan sisi sejarah dan norma, tanpa mengurangi sisi kreasi dalam berseni dan berkebudayaan. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H