Kota Surabaya, Tagarjatim.id – Pelarian seorang residivis pencurian dengan kekerasan (curas) atau lebih dengan dengan begal berakhir tragis setelah ia tewas ditembak di kawasan Gunung Anyar, Surabaya, Jumat (7/3/2025) dinihari. Pelaku berinisial Y (30), warga Tragah, Bangkalan, selama ini dikenal licin dan selalu membawa celurit saat beraksi.

Anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim sebelumnya telah menangkap tiga anggota komplotan Y. Dari hasil pemeriksaan, polisi mendapatkan informasi bahwa Y merupakan pemain lama yang telah beraksi sejak 2018 dan pernah tiga kali keluar-masuk penjara. Dalam menjalankan aksinya, ia tak segan mengancam korban dengan senjata tajam.

Petugas yang telah mengantongi identitas Y kemudian melakukan pembuntutan. Namun, saat akan ditangkap, Y justru berusaha melawan dengan menyerang petugas menggunakan celurit. Polisi pun terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur.

“Tersangka memang selalu membawa celurit saat beraksi. Saat akan ditangkap, dia menyerang anggota kami sehingga kami melakukan tindakan tegas dan terukur,” ungkap Kasubdit Jatanras AKBP Arbaridi Jumhur.

Jumhur menambahkan, Y merupakan pelaku yang sangat aktif dan mampu melakukan aksinya dengan target beberapa kendaraan dalam sehari.

“Berdasarkan pengakuan para tersangka yang sudah kami amankan, dalam seminggu Y bisa mencuri hingga empat kali, bahkan dalam sehari bisa mengambil tiga hingga empat kendaraan di lokasi berbeda,” jelasnya.

Dari catatan kepolisian, Y telah mencuri ratusan kendaraan selama tujuh tahun terakhir. Polisi menduga, hasil kejahatannya dijual ke luar daerah melalui jaringan penadah.

“Kami akan terus memburu pelaku kejahatan, terutama curanmor, demi menjaga keamanan masyarakat,” tandasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H