Kota Batu, tagarjatim.id – Masalah penanganan sampah di Kota Batu mendapat sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu. Pasalnya, pengelolaan sampah selama ini dinilai masih belum maksimal.

Dengan upaya sistem pengelolaan sampah saat ini, DPRD Kota Batu meminta Pemerintah Kota Batu mulai menggencarkan metode memilah sampah. Sehingga, sampah tersebut bisa terbagi saat masuk ke TPA Tlekung.

“Selama ini pengelolaan sampah di TPA Tlekung saya lihat belum maksimal. Sampah yang dikelola di sana, masih campur. Dampaknya, volume sampah tidak bisa berkurang secara maksimal. Apalagi saat libur panjang, ini justru banyak yang menumpuk,” kata Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto pada Kamis (27/2/25).

Menurut Ludi, sampah yang tidak terkelola dengan baik akan merusak citra Kota Batu sebagai Kota Wisata dan berdampak pada aktivitas wisatawan atau pengunjung. Jika Kondisi di tempat atau lokasi yang menjadi jujugan wisatawan itu ada penumpukan sampah, maka minat pengunjung akan berkurang.

“Di Kota Batu, setiap hari sekitar 130 ton sampai 140 ton sampah masuk ke TPA Tlekung. Belum saat hari libur dan hari raya, sampah yang masuk TPA Tlekung rata-rata mencapai 158 ton. Jika tidak dimulai dari sekarang, maka dampak yang ditimbulkan akan sangat besar. Mulai polusi udara, polusi air dan kesehatan masyarakat,” ujar Dia.

Oleh sebab itu, lanjutnya, upaya pengentasan sampah di Kota harus dimaksimalkan dan di optimalkan sebisa mungkin. Pemerintah harus gencar, tidak hanya mensosialisasikan metode pilah sampah, namun juga menyediakan tempatnya.

“Menurut saya, pemkot ini selain menyampaikan sosialisasi pilah sampah, juga harus menyediakan tempat sampah sendiri. Sehingga dengan seperti itu maka tidak ada lagi sampah tidak dipilah,” tuturnya.

Pemerintah jika sudah menerapkan hal ini, maka masyarakat maupun pengunjung, mulai diminta tertib untuk memilah sampah dan harus mengikuti sistem pemilahan yang jelas, dengan menyediakan tempat khusus untuk sampah organik dan non-organik.

“Tidak boleh ada lagi yang membuang sampah sembarangan. Semua harus memilah sampahnya masing-masing. Harus ada tanda yang jelas untuk lokasi pembuangan sampah organik dan non-organik,” pungkasnya.(*)

 

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H