Surabaya, tagarjatim.id – Bejo Sugiantoro, patut menjadi sosok legenda sepakbola tanah air, khususnya Jawa Timur. Ia dikenal sebagai sosok yang menjadi panutan dengan dedikasi tinggi di dunia si kulit bundar, baik saat masih aktif menjadi pemain maupun sebagai pelatih.

Bejo Sugiantoro yang tutup usia pada Selasa (25/2/2025) kemarin meninggalkan kenangan mendalam terutama bagi asisten pelatih klub BRI Liga 1 2024/25 Persebaya Surabaya, Uston Nawawi.

Ia mengenang momen indahnya bersama Bejo Sugiantoro yang telah berpulang. Keduanya pernah bersama membela Persebaya dan Timnas Indonesia.

Menurut Uston Nawawi, Bejo Sugiantoro adalah sosok yang disiplin, baik saat menjadi pemain maupun ketika beralih ke dunia kepelatihan. Karakter pantang menyerah selalu ditunjukkan, terutama saat masih aktif bermain.

Sosok Bejo Sugiantoro dikenal merupakan bek tangguh, baik saat berkostum Persebaya, hingga masuk ke skuad Timnas Indonesia.

“Apalagi dia pemain belakang. Tahu sendiri, tidak mau kalah, orangnya cukup fight kalau bermain dengan segala kelebihannya,” ujarnya.

Bagi Uston Nawawi, salah satu kenangan paling berharga bersama Bejo Sugiantoro adalah saat mereka bersama berjuang dan berhasil membawa Persebaya meraih dua gelar juara.

“Yang tidak bisa dilupakan, tentunya membawa Persebaya juara dua kali bersama beliau,” katanya.

Kebersamaan mereka tidak hanya terbatas di dalam lapangan. Setelah pensiun sebagai pemain, keduanya kembali berjuang bersama di dunia kepelatihan, meniti jalan dari Elite Pro Academy (EPA) hingga menangani tim senior Persebaya.

Dengan kepergian Bejo yang mendadak menjadi pukulan berat bagi Uston. Ia mengaku sulit percaya bahwa sosok yang begitu dekat dengannya telah tiada. Terlebih, Bejo masih sempat bermain penuh di Stadion Gelora Bung Tomo saat Rosita menghadapi Raka FC.

“Saya tadi kaget, karena sebelum latihan, saya dengar kabar Coach Bejo katanya tidak ada. Ya, umur tidak ada yang tahu. Salah satu teman terbaik saya hari ini tidak ada. Kita turut berduka cita, berbelasungkawa, tapi saya yakin, dia husnul khotimah. Karena kita tahu, bagaimana Coach Bejo,” pungkas Uston Nawawi. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H