Kota Batu, Tagarjatim.id – Kabar gembira datang dari Pemkot Batu untuk ketua RT dan RW. Pasalnya di tahun 2025 ini, Pemerintah Kota Batu telah mengeluarkan kebijakan terkait kenaikan insentif bagi ketua RT dan RW.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto usai menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bumiaji di Hotel Purnama pada Selasa (25/2/25) kemarin.
“Untuk kenaikan insentif ini kebijakannya sudah kita keluarkan. Iya, itu naik insentifnya untuk RT dan RW,” kata Heli.
Heli menuturkan, sejak tahun 2023, RT dan RW di Kota Batu menerima insentif sebesar Rp 300 ribu per bulan dan hingga tahun 2025 ini belum mengalami kenaikan. Oleh sebab itu, pihaknya kini berupaya untuk menaikkan insentif tersebut.
“Ya, saya kira insentif untuk RT dan RW ini memang perlu kita naikkan. Karena memang selama ini belum naik. Untuk nominalnya kita masih belum bisa memastikan, tapi yang jelas diatas Rp 100 ribu,” ujarnya.
Heli menambahkan jika kenaikan insentif tersebut akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Hal ini selain sebagai bentuk kepedulian, juga sebagai apresiasi karena selama ini telah terbukti bisa memperjuangkan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
“Paling tidak kita akan realisasikan ini nanti mungkin usai lebaran. Saat ini Wali Kota Cak Nur juga masih menjalani masa pelatihan di Magelang. Mungkin nanti setelah proses-proses kita selesaikan baru bisa cair. Ya doakan saja biar bisa segera terealisasi,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji, Suhermawan membenarkan jika insentif RT dan RT mengalami kenaikan. Ia mengaku telah mendapatkan surat edaran soal kenaikan insentif tersebut.
“Iya benar, saya dari pihak Desa Bulukerto sudah dapat surat edaran kenaikan insentif RT dan RW. Di surat itu dijelaskan kenaikannya sekitar Rp 200 ribu, per bulan Januari 2025,” jelasnya.
Dikatakan Suhermawan, insentif RT dan RW ini sudah terlaksana sejak tahun 2021 lalu. Terakhir, kenaikan insentif dilakukan pada tahun 2023 dan kini kembali naik.
“Pertama itu tahun 2021, itu nerima Rp 150 ribu. Kemudian di tahun 2022 naik jadi Rp 250 ribu. Lalu di 2023 naik lagi jadi Rp 300 ribu. Dan sekarang di tahun 2025 itu naik lagi jadi Rp 500 ribu,” tuturnya
Suhermawan merasa bersyukur dengan adanya kebijakan tersebut. Namun disisi lain, Ia juga mengaku khawatir jika terjadi kegaduhan. Pasalnya, anggaran untuk mengalokasikan kenaikan insentif tersebut masih belum diterima oleh Desa.
“Saya sebetulnya bersyukur karena insentif RT RW ini naik. Tapi saya khawatir nanti timbul kegaduhan. Karena dana untuk insentif ini kan dikeluarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD), sedangkan anggaran itu masih nanti keluarnya di sekitar bulan April,” imbuh Dia.
Oleh karenanya, Ia berharap masyarakat yang mengemban tugas sebagai RT dan RW bisa bersabar untuk menunggu realisasi kenaikan insentif tersebut.
“Saya harap masyarakat, RT dan RW bisa memaklumi bisa sabar dan jangan mudah terpancing jika ada informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Karena insentif ini, baru bisa dicairkan kalau anggaran ADD itu sudah turun,” pungkasnya.
Diketahui, kenaikan insentif ini merupakan salah satu prioritas utama dalam 100 hari pertama kepemimpinan Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto.
Selain insentif RT dan RW, Nurochman dan Heli Suyanto juga akan menaikkan insentif Guru Tidak Tetap (GTT), Pegawai Tidak Tetap (PTT), dan guru keagamaan.
Kemudian sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2025 ini belum mengeluarkan data terbaru terkait jumlah RT dan RW di Kota Batu. Namun, berdasarkan data BPS pada tahun 2020 jumlahnya ada sebanyak 239 RW dan 1.138 RT. (*)




















