Jember, tagarjatim.id – Limbah plastik selama ini menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat. Selain kerap berbau, limbah plastik juga sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan jika tidak ditangani dengan tepat.
Namun di tangan sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), limbah plastik bisa diolah menjadi paving blok yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi infrastruktur desa.
Para mahasiswa ini melakukan inovasi saat menggelar kuliah kerja nyata di Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.
Program yang digagas oleh Kelompok 12 KKN Unmuh Jember sejak Senin (18/2/2025) lalu ini, tidak sekadar membersihkan lingkungan dari sampah plastik, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga setempat. Dengan metode sederhana, limbah plastik dilelehkan dan dicampur dengan pasir sebelum dicetak menjadi paving blok yang kuat dan tahan lama.
Koordinator Desa Kelompok 12 KKN Unmuh Jember, Fikhih Wahyu Islany menjelaskan bahwa proses pembuatan paving blok ini dirancang agar mudah diterapkan oleh masyarakat setempat.
“Kami ingin memberikan solusi yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya berhenti saat KKN usai, tetapi bisa diteruskan oleh warga sebagai peluang usaha baru,” ujar Fikhih Wahyu Islany dalam wawancara tertulis kepada tagarjatim.id pada Selasa (25/02/2025).
Program ini diharapkan bisa menghadirkan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan sampah sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur desa. Sampah plastik dan limbah anorganik lainnya diolah menjadi paving blok yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga kuat dan tahan lama.
“Proses produksi paving blok yang sederhana dan murah memungkinkan kelompok-kelompok masyarakat, termasuk UMKM lokal, untuk mengelolanya secara mandiri,” sambung Fikhih.
Produk paving ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan jalan setapak desa atau dijual sebagai sumber penghasilan tambahan.
Sekretaris Desa Temuguruh, Eko Irawan, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. “Apa yang dilakukan adik-adik mahasiswa benar-benar memberikan dampak nyata. Mereka membuktikan bahwa generasi muda adalah agen perubahan. Kami berharap program ini terus berlanjut dan menginspirasi desa-desa lain,” tuturnya.
Pembuatan paving blok dari limbah plastik ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Sekretaris Desa Kelompok 12 KKN Unmuh Jember, Desinta Putri Ambarsari, menjelaskan bahwa proses ini dimulai dengan pengumpulan sampah plastik yang kemudian dibersihkan dan dipotong kecil-kecil agar mudah dilelehkan.
Setelah itu, panci dipanaskan dengan oli seukuran cup air gelasan, diikuti dengan memasukkan plastik secara bertahap. Jika campuran dirasa kurang cair, oli dapat ditambahkan. Setelah plastik meleleh menjadi bubur, pasir sebanyak 2,5 cetok dicampurkan hingga merata. Campuran tersebut kemudian dituangkan ke dalam cetakan paving, ditekan dengan mesin pres agar padat, dan direndam dalam air hingga mengeras.
“Dengan mengubah sampah menjadi produk bernilai guna, harapannya mahasiswa KKN ini tidak hanya menghadirkan solusi praktis, tetapi juga menginspirasi warga untuk melihat potensi di sekitar mereka,” imbuh Desinta.
Ketua Program Kerja Banyuwangi Hijau Kelompok KKN 12, Putri Juliana Sorindawati Imelda, mengungkapkan bahwa program mengubah sampah menjadi paving merupakan salah satu bagian dari visi besar kelompoknya untuk mewujudkan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
“Untuk rencana ke depan, kami akan mencoba mengolah minyak jelantah menjadi produk aromaterapi,” ungkap Putri Juliana.
Program ini membuktikan bahwa dengan kreativitas dan semangat kolaborasi, tantangan lingkungan dapat diubah menjadi peluang yang menjanjikan. (*)




















