Kota Surabaya, tagarjatim.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mengakui ketersediaan armada transportasi umum di Kota Pahlawan masih jauh dari ideal. Hal ini berimbas pada meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi yang turut memperparah kemacetan di sejumlah titik.
Ketua Tim Angkutan Jalan dan Terminal Dishub Surabaya Ali Mustofa menjelaskan, berdasarkan kajian yang dilakukan jumlah angkutan umum yang beroperasi masih belum memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami membutuhkan sekitar 130 unit angkutan trunk dan 330 unit feeder agar layanan transportasi umum optimal,” ujarnya, Kamis (20/2/2025).
Namun, hingga kini jumlah armada yang tersedia masih jauh dari angka tersebut. Saat ini, Pemkot Surabaya mengoperasikan 28 unit Suroboyo Bus berbahan bakar diesel, 17 unit Trans Semanggi, 12 unit Suroboyo Bus listrik berukuran sedang, serta 107 unit angkutan Wira Wiri.
Ali menambahkan bahwa meski layanan transportasi umum sudah mulai berjalan sejak 2018, pengembangannya masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam pengadaan armada baru.
“Kami terus berupaya menambah rute dan jumlah armada setiap tahunnya agar layanan lebih optimal,” tambahnya.
Dengan kondisi ini, Dishub Surabaya bakal meningkatkan layanan transportasi publik guna mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi dan menekan tingkat kemacetan di kota. (*)




















