Jember, tagarjatim.id – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jember, Jawa Timur, kembali menjadi korban kekerasan dan pelanggaran hak buruh, oleh majikanya saat bekerja di Arab Saudi. Kasus ini menambah deret panjang kasus-kasus yang menimpa PMI yang sedang berjuang mengais rezeki untuk keluarga di kampung halaman.

Sitti Khoimatul Hoiriyah, warga Dusun Lengkong Toko, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Jember mulai berangkat ke Arab Saudi pada 5 Juni 2024. Namun, bukannya mendapatkan perbaikan nasib ekonomi, perempuan 24 tahun tersebut justru kerap mendapatkan siksaan dan tidak digaji oleh majikannya di Arab Saudi.

Keluarganya yang mengetahui nasib Sitti, kemudian mengadu dan meminta bantuan kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) pendamping buruh migran, Migrant Care.

“Dari Migrant Care kemudian meminta tolong kepada Kementerian Pekerja Migran Indonesia dan juga Wakil Ketua Komisi IX dari PKB, Nihayatul Wafiroh. Lalu anggota DPR RI dari dapil Jember-Lumajang, Gus Rivqy ikut turun tangan membantu pemulangan korban ke Jember,” tutur HM Ayub Junaidi, Ketua DPC PKB Jember saat diwawancarai Tagarjatim.id pada Rabu, 19 Februari 2025.

Laporan Migrant Care menyebut, Sitti Khoimatul Hoiriyah diduga berangkat bekerja ke Arab Saudi secara unprosedural. Ia diberangkatkan oleh PT Elsafah sebagai asisten rumah tangga secara ilegal.

Sitti langsung diberangkatkan ke Arab Saudi tanpa terlebih dulu mendapatkan pelatihan bahasa. Ia juga berangkat bekerja sebagai pekerja rumah tangga di luar negeri tanpa ada kontrak kerja yang jelas.

“Selama beberapa bulan tidak digaji. Bekerja lebih dari 16 jam sehari. Juga sering dihukum secara fisik oleh majikanya,” ungkap Ayub.

Paspor korban juga ditahan oleh majikanya dan gajinya selama beberapa bulan terakhir juga tidak dibayarkan.

Setelah mendapat advokasi, korban akhirnya bisa bebas dari majikanya. Rencananya, korban Sitti Khoimatul Hoiriyah akan tiba di Jember pada Kamis (20/02) pagi besok dengan menggunakan kereta api.

Atas kasus tersebut, DPC PKB Jember berharap seluruh lapis pemerintah, termasuk bupati dan wabup Jember yang akan dilantik, Gus Fawait dan Djoko Susanto agar bisa serius melakukan pembenahan dan pencegahan terjadinya kasus human trafficking atau perdagangan manusia yang menyasar warga kurang mampu yang ingin memperbaiki nasibnya dengan bekerja ke luar negeri.

“Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Rakyat yang hidup sederhana, ingin memperbaiki nasib dengan bekerja ke luar negeri, namun malah mengalami masalah seperti ini. Kasus seperti ini ada banyak,” ungkap pria yang juga Wakil Ketua PC NU Jember ini.

“Ini tugas berat, tugas bersama semua pihak, termasuk pemerintahan Gus Fawait yg akan datang. Sebagai salah satu partai pengusung pasangan Gus Fawait dan Djoko, PKB Jember ada perbaikan sistemik, agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkas Ayub. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H