Jember, tagarjatim.id – Kasus kecelakaan tragis akibat kelalaian pengemudi yang melaju dengan kecepatan tinggi, kembali terjadi. Di Jember, sepasang kekasih tewas akibat motor yang dikendarainya ditrabrak dari arah berlawanan oleh sebuah pikap pengangkut sayur.
Peristiwa naas itu terjadi di Jalan Kecamatan Tanggul-Semboro di depan Cafe Zam-Zam Dusun Krajan, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul pada Selasa malam (18/2/2025) sekitar pukul 21.33 WIB.
Kecelakaan itu melibatkan Motor Honda CBR 150 tanpa plat nomor, yang dikendarai oleh Feri Aldiansyah (21) asal Dusun Semboro lor RT 002 RW 032 Desa Semboro, Kecamatan Semboro, bersama kekasihnya, Ristin Hajar Amanda Oktavia (22) asal Dusun Ngadirejo RT 008 RW 002 Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi.
Motor tersebut terlibat adu banteng dengan mobil Pikap Mitsubishi L300 warna hitam berplat P 8173 KB yang dikemudikan oleh sopir bernama Haikal (20) asal Dusun Curah Bamban RT 001 RW 018 Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Jember.
“Kejadiannya tadi malam. Saat itu, mobil pikap melaju dari Semboro menuju ke Jember, sedangkan motornya dari arah berlawanan. Nah pas di lokasi kejadian langsung brak (kecelakaan adu banteng),” tutur Indrawan, salah satu warga setempat yang menjadi saksi mata, saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu (19/02/2025).
Kondisi jalanan saat itu belum terlalu sepi karena banyak warga yang sedang nongkrong di sejumlah angkringan di sekitar lokasi kejadian.
Menurut saksi mata, benturan tabrakan cukup keras hingga korban pria dan wanita itu terpental hingga kurang lebih sejauh sekitar 5 meter.
Identitas korban cukup dikenal oleh sejumlah warga yang menjadi saksi mata. “Kabarnya mereka mau menikah, yang perempuan dari Banyuwangi. Sedangkan cowoknya asal Semboro. Sudah akan tunangan,” papar Indrawan.
Usai terpental, kedua korban tak sadarkan diri dengan bersimbah luka. Namun masih ada nafas dari keduanya.
“Yang cowok saat itu sudah tidak sadar, yang cewek masih ngorok,” ungkap Indrawan.
Sayangnya, saat itu warga tidak ada yang berani untuk langsung mengevakuasi kedua korban ke layanan medis terdekat. Kedua korban baru dievakuasi setelah polisi datang beberapa menit kemudian.
“Saat kejadian kemarin kita nunggu polisi datang, tidak berani untuk mengangkat. Jadi hanya ditutupi kain saja,” jelasnya.
Dikonfrontasi terpisah, Kapolsek Tanggul AKP Suhartanto membenarkan kejadian tersebut. Kedua korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Tanggul, namun pada akhirnya meninggal dunia.
“Benar kejadian kecelakaannya tadi malam, melibatkan motor dan mobil pikap muat barang buah-buahan di jalan raya penghubung Tanggul-Semboro. Mobil itu melaju dari utara ke selatan mau antar buah karena saat ini kan musim panen buah,” ujar Suhartanto.
Dari kronologi kejadian kecelakaan maut itu, pria yang akrab disapa Tanto ini menjelaskan, kendaraan mobil saat itu melaju dengan kencang.
“Terjadinya kecelakaan, karena mobil pikap itu mendahului atau menyalip kendaraan di depannya. Saat menyalip itu, mobil pikap tersebut memakan sebagian badan jalan dan melewati marka tengah cukup jauh,” ulasnya.
“Sedangkan median jalan dari arah berlawanan (arah korban) cukup sempit. Terjadilah kecelakaan,” sambungnya.
Dari kejadian tersebut, sopir beserta kendaraan mobil pikap dan sopirnya sudah diamankan di Unit Gakkum Lantas Polres Jember.
“Kita langsung koordinasi dengan unit Gakkum. Ada dugaan melanggar undang-undang lalu lintas, kurang hati-hati menyebabkan hilangnya nyawa seseorang,” ucapnya.
“Ancaman hukumannya yang jelas lebih dari 5 tahun,” sambungnya.
Sementara itu menanggapi kecelakaan maut itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Jember Ipda Tomi Nur Alfiansyah saat ini pihaknya masih melakukan proses penyelidikan.
“Sopir dan unit kendaraannya sudah kami amankan. Saat ini masih dalam proses lidik dan pemeriksaan, tapi memang pihak yang lalai adalah pengendara mobil,” ujar Tomi. (*)




















