Penulis : Dixs Fibrian

Malang, tagarjatim.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan dirinya secara resmi akan masuk dalam struktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) pada Minggu (21/1/2024).

Kepastian itu setelah dia nonaktif dari ketua umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2022-2027. Surat nonaktif akan diantarkan langsung Khofifah pada Sabtu (20/1/2024) malam.

“Besok, insyaallah, baru masuk TKN. Jadi saya menyampaikan, nanti malam saya akan memberikan surat kepada PBNU untuk nonaktif karena saya juga salah satu Ketua PBNU. Jadi, insyaallah, mulai besok (21/1/2024) saya non-aktif,” ujarnya dikutip dari beritasatu.com.

Hal itu disampaikan Khofifah saat ditemui di acara Harlah ke-101 NU dan Harlah ke-78 Muslimat NU di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu. Dalam kesempatan itu, Khofifah kembali menegaskan keraguan sebagian pihak terkait ke-NU-annya.

Menurut Khofifah, tidak perlu menanyakan ke-NU-an seseorang. “Kebetulan itu ramai dan diramaikan begitu, maka kepada warga Muslimat perlu dong saya mendapatkan kesaksian mereka. Kira-kira ke-NU-an saya meragukan atau bagaimana? Kan sederhana,” ujarnya.

Menurut Khofifah, bukan hal etis mempertanyakan kehidupan agama dan ideologi seseorang. “Jadi saya rasa kan enggak bisa kita menekankan ke-NU-an seseorang. Itu sesuatu terkait dengan ideologi kehidupan keagamaan. Jadi saling menghormati saja,” imbuhnya.

Terkait dengan kegiatan Harlah ke-101 Nahdlatul Ulama dan Harlah ke-78 Muslimat NU, Khofifah pun tak ambil pusing jika ada pihak yang menduga ia melakukan politisasi kegiatan yang dihadiri 150 ribu warga Muslimat tersebut.

“Kalau orang mau menduga siapa yang bisa menutup dugaan itu? Apa yang ada di dalam proses ini? Apa ada simbol-simbol? Apa ada logo-logo? Misalnya tausiah, Rais ‘Aam KH Miftachul Akhyar, isinya bagaimana menjadi orang baik. Kemudian tausiah Ketua Umum PBNU, saya rasa enggak ada sesuatu yang patut dicurigai kecuali yang hatinya memang sudah curiga,” bebernya.

Sebagai salah satu Ketua PBNU, Khofifah mengatakan ia menghormati pilihan politik setiap warga NU dan tidak ingin mengarahkan pilihan ke paslon tertentu. “Kalau imbauan, enggak (ada) lah karena organisasi itu kan enggak punya hak pilih, yang punya hak pilih kan warganya,” tegasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H