Kota Batu, tagarjatim.id – Pemerintah memutuskan untuk efisiensi belanja kementerian dan lembaga Tahun 2025. Kebijakan yang bertujuan menghemat anggaran itu bakal memukul industri jasa, seperti perhotelan, pertemuan, konvensi, serta transportasi.

Sektor perhotelan yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19 baru mulai pulih tahun 2024. Sejumlah acara konvensi, kegiatan dan promosi kerap mengisi hotel. Sebagian besar keterisian hotel dan penyelenggaraan pameran bersumber dari kegiatan pemerintah.

Langkah pemerintah memangkas belanja operasional dan non-operasional, termasuk perjalanan dinas, rapat, seminar dan sejenisnya, memicu kekhawatiran sektor perhotelan akan kembali lesu.

Efisiensi anggaran belanja dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.

Target efisiensi anggaran tersebut mencapai Rp306,69 triliun dari anggaran belanja kementerian/lembaga sebesar Rp256,1 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp50,59 triliun. Hasil penghematan ini kelak digunakan untuk membiayai program-program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis.

“Kebijakan ini mengingatkan kami pada masa Pandemi Covid-19. Dimana pemerintah melarang kegiatan-kegiatan tersebut di hotel, akhirnya berdampak besar pada industri perhotelan dan restoran,” tutur Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, Sabtu (15/2/2025).

Sebagai upaya untuk menekan dampak dari kebijakan itu, PHRI berencana menggandeng pihak swasta dan korporasi, dalam penyelenggaraan berbagai acara guna menstabilkan okupansi hotel dan restoran di Kota Batu.

“Kami akan bekerjasama dengan pihak swasta, untuk mengadakan acara-acara reguler yang dapat mendukung sektor perhotelan dan restoran,” jelasnya.

Sebagai langkah strategis, PHRI Kota Batu juga akan memperluas jaringan promosi hingga ke luar kota, bahkan ke luar Provinsi Jawa Timur untuk menjawab tantangan ekonomi di Tahun 2025.

“Kami akan gencarkan promosi berjaringan agar sektor perhotelan dan restoran di Kota Batu tetap kompetitif dan berkembang,” imbuhnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H