Kota Batu, tagarjatim.id – Pemerintah Kota Batu mengepras anggaran belanja Alat Tulis Kantor (ATK) hingga 90 persen, imbas dari Instruksi Presiden RI Prabowo Subianto mengenai penghematan anggaran.

Meski efisiensi pembelian ATK cukup besar, namun hal ini tak membuat Pemkot Batu khawatir. Sebab, efisiensi anggaran pengadaan ATK tak memberikan pengaruh signifikan.

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai mengatakan pihaknya mendukung penuh adanya kebijakan tersebut. Terkait dampak dari efisiensi itu, Pemkot Batu telah bersiap untuk memanfaatkan metode lain dalam kepengurusan administrasi pemerintahan.

“Kami juga melihat kembali postur-postur anggaran yang tidak terlalu memberikan dampak signifikan pada sektor ekonomi, termasuk ATK. Contohnya, saat ini banyak pekerjaan sudah dilakukan berbasis digital dan daring. Melalui cara ini mampu meminimalkan penggunaan kertas,” ungkapnya.

Soal efisiensi anggaran, Pj Aries justru khawatir terhadap pemangkasan anggaran yang sifatnya berdampak siginifikan untuk penurunan sektor ekonomi. Apalagi Kota Batu merupakan Kota Wisata.

“Sejumlah pemangkasan seperti perjalanan dinas yang selama ini banyak berdampak ke sektor pariwisata dan pendukungnya di Kota Batu dipangkas 50 persen. Seperti halnya hotel dan restoran yang banyak terjadi perputaran ekonomi,” tutur Pj Aries.

Karena itu, dia berharap kebijakan pemerintah pusat dapat dipertimbangkan kembali. Terlebih pada daerah yang banyak mengandalkan sektor jasa dan pariwisata seperti Kota Batu. Sebab, selain berpengaruh signifikan pada sektor perekonomian, pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga perlu ditunjang dengan berbagai pelatihan kompetensi.

“Adanya efisiensi anggaran pasti menimbulkan PR baru bagi pemerintah daerah. Dimungkinkan juga nanti bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Kota Batu,” tuturnya.

Seperti diketahui, perputaran perekonomian Kota Batu bertumpu pada sektor pariwisata. Karena itu, Pj Aries melihat, perputaran ekonomi di Kota Batu dapat bergulir deras ketika banyaknya wisatawan datang dan akomodasi yang terus bertumbuh di Kota Batu.

“Dengan adanya efisiensi, yang dulunya ketika ada kegiatan perjalanan dinas atau rapat di hotel Kota Batu, kini diperkirakan akan berkurang. Sehingga berdampak pada perputaran ekonomi Kota Batu,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia juga berharap jangan sampai ada pemangkasan untuk anggaran yang sifatnya pelayanan kepada masyarakat.

“Misalnya, bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat pra sejahtera, rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) atau rehabilitasi gedung yang rusak,” tutupnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H